Wangiri, Telepon Misterius dari 'Nomor Tak Jelas' Kembali 'Hantui' Warga

Wangiri Telepon Misterius dari Nomor Tak Jelas Kembali Hantui Warga Foto: Istimewa

Covesia.com - Missed call misterius dari nomor yang tidak lazim diketahui masyarakat Indonesia atau berkode internasional kembali menghantui warga, khususnya di Kota Padang, Sumatera Barat. 

Dikutip Covesia dari detikcom, fenomena yang sudah beberapa kali terjadi ini dinamakan Wangiri. Calgary Better Business Bureau (BBB) menyebut fenomena itu adalah penipuan bernama Wangiri.

Wangiri adalah kata dalam bahasa Jepang, yang berarti 'sekali dering dan tutup'. 

Seorang warga Padang, Metha (31) mengaku dalam dua hari ini telah tiga kali di-missed call oleh nomor telepon berawalan +882. 

"Ndak tau dari siapa. Nomor teleponnya bukan nomor provider di Indonesia sepertinya," ujar Metha di Padang, Minggu (9/12/2018).

Warga lainnya, Rudi (31) juga mengalami hal serupa. Dia mengaku mendapat missed call dari nomor dengan awalan yang sama (+882) pada hari ini. 

"Tadi sore handphone saya berdering sekali, terus mati. Cuma di-missed call sebentar saja," ujarnya.

Wangiri pernah terjadi sebelumnya. Tidak saja di Indonesia, peristiwa ini juga terjadi di banyak negara. 

Warga Kanada pada Februari 2018 melaporkan missed call dari nomor misterius. Nomor telepon itu memakai kode dari negara Albania, Makedonia, hingga Seychelles. 

Selain itu, sejumlah warga Australia pada bulan yang sama juga mengeluhkan peristiwa serupa. Warga di Australia melapor mendapat missed call dari nomor Papua Nugini, Kongo, Slovenia, hingga Belgia.   

Modus Penipuan Telepon Premium

"Ini adalah penipuan telepon premium. Mereka menelepon Anda, membiarkan telepon berdering 1 kali dan mematikannya. Mereka melakukan itu berulang kali agar Anda menelepon balik," kata Komisi Kompetisi Usaha dan Konsumen Australia Delia Rickard dikutip dari cetikcom, seperti dilansir dari ABC.

Jika 'korban' menelepon balik, tagihan telepon akan membengkak. Tagihan itu sebagian besar akan masuk ke kantong penipu yang menelepon tersebut.

Seorang bocah berusia 10 tahun di Brisbane, Australia, pernah jadi korban. Bocah bernama Leo Carrington itu 'dibombardir' missed call dari kode telepon Pulau Ascension yang ada di Afrika. 

Orang tuanya yang curiga lalu menelepon balik nomor tersebut. Telepon kemudian diangkat oleh seorang perempuan yang tidak berbahasa Inggris dan tidak menjawab teleponnya. 

Regulator di Kongo sendiri sudah pernah mengeluarkan peringatan terkait Wangiri. Seperti dilansir africanews, Badan Komunikasi Elektronik dan Perwakilan Pos (ARPCE) di Republik Kongo telah mencatat peningkatan penipuan yang melibatkan panggilan tidak terjawab di negara tersebut pada Februari 2018. 

"Selama beberapa bulan terakhir, bentuk penipuan telepon telah merajalela di Kongo adalah Wangiri, juga dikenal sebagai penipuan panggilan tidak terjawab," demikian keterangan dari ARPCE. 

Nomor Korban Diperoleh dari Sign Up Aplikasi Online

ARPCE menyebut para penipu biasanya mendapat nomor telepon korban dari informasi yang diberikan korban saat melakukan sign up untuk aplikasi atau kontes secara online. 

Penipuan dengan modus ini kembali terjadi di Indonesia. Yang terbaru, sejumlah warga di Padang, Sumatera Barat, sudah mengalaminya sejak dua hari ini.

(rdk)  

Berita Terkait

Baca Juga