Kemristekdikti Hasilkan 1.307 Startup dan Calon Startup Hingga 2019

Kemristekdikti Hasilkan 1307 Startup dan Calon Startup Hingga 2019 Ilustrasi (dignited.com)

Covesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menghasilkan 1.307 perusahaan pemula atau startup dan calon startup dalam kurun waktu 2015-2019.

"Indonesia sudah mampu menghasilkan 1.307 startup. Dari 1.307 itu, 749 adalah sudah startup, yang 558 adalah calon startup. Ini yang harus kita garap terus," kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam konferensi pers tentang Indonesia Startup Summit 2019 di Gedung D Kemenristekdikti, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu Senayan, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Dalam lima tahun terakhir ini jumlah startup berbasis teknologi di Indonesia terus meningkat, yakni sebanyak 52 startup pada 2015, 203 startup pada 2016, 661 startup pada 2017, 956 startup pada 2018.

Dan hingga 2019, jumlah startup yang dibina oleh Kemenristekdikti telah berjumlah 1.307 startup. Para perusahaan pemula dan calon startup tersebut bergerak di delapan fokus bidang, yakni teknologi dan informasi, pangan, kesehatan, energi, transportasi, bahan baku, material maju (advanced material), serta keamanan dan pertahanan.

Dari 32 pengembang startup mandiri yang dilahirkan dari program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dalam periode 2015-2018, tercatat nilai komersialitas bisnis meningkat. Rata-rata startup tersebut mencapai nilai omset sekitar 457 persen dari suntikan permodalan awal yang diberikan program itu.

Dia mengapresiasi para startup yang telah berjuang tersebut hingga akhirnya mampu menghasilkan empat kali lipat omset dibandingkan bantuan modal awal.

"Kombinasi penguatan aspek inovasi dan teknologi dari kementerian dan lembaga inkubator yang mendampingi startup sudah mulai menunjukkan capaian yang Indonesia cita-citakan dan perlu terus ditingkatkan," ujarnya.

Kemristekdikti terus mendorong tumbuhnya wirausaha berbasis teknologi untuk dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, kombinasi pengembangan riset dan teknologi, sumber daya manusia pendidikan tinggi, dan partisipasi swasta yang konsisten diyakini akan makin menumbuhkan perekonomian Indonesia serta merangsang anak-anak muda bangsa untuk terus berkarya.

(ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga