Setelah Ho Chi Minh, Go-Viet Resmi Hadirkan Go-Food di Hanoi

Setelah Ho Chi Minh GoViet Resmi Hadirkan GoFood di Hanoi

Covesia.com - Go-Viet resmi luncurkan layanan Go-Food di Hanoi setelah sebelumnya layanan ini sudah lebih dulu tersedia di Ho Chi Minh.

Sebelum merilisnya secara resmi, Go-Viet melakukan uji coba layanan tersebut selama tiga bulan terakhir. Selain itu mereka juga telah berkolaborasi dengan ribuan penjual makanan setempat, mulai dari restoran cepat saji hingga restoran mewah.

"Kami sangat tersanjung atas sambutan hangat dari orang-orang ibukota selama periode pengujian layanan Go-Food. Orang-orang di Hanoi sangat menyukai keanekaragaman - dari hidangan tradisional hingga kelas tinggi, dan kami percaya bahwa para pengguna di sini juga akan menerima layanan Go-Food yang serupa dengan di Ho Chi Minh," kata Phung Tuan Duc, Direktur Eksekutif Go-Viet Dikutip COvesia.com dari Detikinet dilansir dari laman 24.com.vn, Selasa (09/04/2019).

Go-Food sendiri mulai diluncurkan Go-Viet sejak akhir November 2018 di Ho Chi Minh. Seperti Go-Ride, layanan antar makanan ini disambut hangat.

Dalam kurun waktu singkat, Go-Food menjadi layanan favorit pengguna Go-Viet di Ho Chi Minh. Hingga saat ini diklaim sebanyak 6 juta pesanan telah dihantarkan. Diharapkan hadirnya Go-Food di Hanoi dapat memperkuat posisi Go-Viet di Vietnam, khususnya di bisnis pengantaran makanan.

Untuk diketahui di Vietnam, sektor pesan-antar diperkirakan bernilai USD 33 juta, berdasarkan data dari Euromonitor. Firma tersebut juga menyebutkan bahwa rata-rata pertumbuhanya mencapai 11%.

Di sektor ini, pemain terbesarnya adalah GrabFood milik Grab. Sedangkan sejumlah startup lokal seperti Lala.vn dan Vietnammm juga bermain di sini.

"Dengan partisipasi Go-Food di Hanoi, pengguna akan memiliki pengalaman kuliner yang lebih nyaman dengan harga yang kompetitif," pungkas Duc.

(Dtk)

Sumber:  Detikcom

Berita Terkait

Baca Juga