Polres Payakumbuh Luncurkan Aplikasi Reaksi Cepat Polisiku

Polres Payakumbuh Luncurkan Aplikasi Reaksi Cepat Polisiku Polres Kota Payakumbuh saat meluncurkan aplikasi android Polisiku di Mapolres Payakumbuh, Sumatera Barat, Kamis (23/1/2020) (Foto: Hajrafiv Satya Nugraha/Covesia)

Covesia.com - Guna mempermudah masyarakat melaporkan sebuah peristiwa dan pelayanan, Polres Kota Payakumbuh meluncurkan aplikasi android Polisiku di Mapolres Payakumbuh, Kamis (23/1/2020). Aplikasi dirancang untuk pengaduan berbasis online ke masyarakat.

Aplikasi ini bisa di download di Play Store dengan kata kunci Polisiku Polres Payakumbuh. Setelah muncul, masyarakat bisa langsung tekan instal.

"Setelah terunduh, masyarakat bisa login dengan data KTP sebagai masyarakat. Jika untuk anggota Polri bisa menggunakan data Kwrtu Tanda Qnggota (KTA). Kemudian isi formulir dan bisa menggunakan fitur pengaduan dan emergency di dapam aplikasi," sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP Donny Setiawan, Kamis.

Ditambahkan, untuk fitur pada aplikasi polisiku ini, ada tombol Panic, Pelayanan SIM, Izin Keramaian, Pengaduan, Surat Keterangan Hilang, SKBN, SPDP, Sp2HP dan cek kendaraan hilang. 

"Semoga aplikasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat luas," Kata Kapolres. 

Untuk pengaduan peristiwa dan kejadian, masyarakat cukup menekan tombol Panic. Setiap masyarakat yang menekan tombol ini, langsung terkoneksi ke handphone seluruh anggota Polres Payakumbuh.

"Setelah ada yang menekan, langsung terkoneksi ke seluruh ponsel anggota. Nanti anggota akan menghubungi si penekan dan langsung mengecheck koordinatnya melalui GPS," sebut Kapolres. 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Payakumbuh, Iptu Andika Alfatoni jika masyarakat ingin membuat atau memperpanjang masa berlaku SIM silahkan ketik fitur SIM di Aplikasi Polisiku yang telah didownload. 

"Selanjutnya isi identitas diri yang ada di dalam formulir secara lengkap dan benar. Saat pengurusan dan pengambilan SIM terlebih dahulu persiapkan foto copy dan asli KTP, SIM lama (untuk perpanjangan), surat keterangan kesehatan dokter dan surat keterangan psikologi," jelas Andika.

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga