Melalui Gerakan #SumbangSuara, Slank, YABB dan Kitabisa Galang Dana untuk Pekerja Harian

Melalui Gerakan SumbangSuara Slank YABB dan Kitabisa Galang Dana untuk Pekerja Harian Ilustrasi: Masyarakat dapat berdonasi dan menyumbangkan pesan semangat melalui kitabisa.com/sumbangsuara atau di klik banner Sumbang Suara di aplikasi Gojek.

Covesia.com - Band Slank, Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) yang didirikan oleh Gojek, bersama dengan platform penggalangan dana online 'Kitabisa', hari ini meluncurkan penggalangan dana publik melalui gerakan #SumbangSuara dengan target minimum Rp 15 miliar. 

Penggalangan dana ini didedikasikan untuk para pekerja yang penghasilan hariannya rentan menurun akibat sepinya jalanan karena pandemi Covid-19, seperti pedagang asongan, musisi jalanan, pemulung, tukang parkir, hingga supir angkot, taksi, ojek pangkalan dan online dari berbagai aplikator.

Tidak hanya menggalang dana, gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk memberikan ucapan penyemangat untuk para pekerja informal di halaman Kitabisa yang nantinya akan dikurasi dan ditampilkan di aplikasi Gojek.

Periode penggalangan dana #SumbangSuara akan berlangsung dari 29 April hingga 30 Juni 2020 yang dapat diakses di situs Kitabisa (kitabisa.com/sumbangsuara), laman Slank di Kitabisa (kitabisa.com/slanksumbangsuara) atau klik banner Sumbang Suara di aplikasi Gojek.

Dana yang terkumpul dari masyarakat akan disalurkan dalam bentuk paket sembako senilai Rp 100 ribu yang akan dibagikan ke kelompok pekerja harian yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sebagai salah satu pemrakarsa gerakan #SumbangSuara, Ketua Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang, menyatakan, “Ekonomi Indonesia ditopang oleh para pekerja yang mengandalkan penghasilan harian untuk bertahan hidup. Di tengah ketidakpastian tentang akhir masa sulit ini dan bulan suci Ramadhan, Yayasan Anak Bangsa Bisa mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong membantu para pekerja harian yang tetap bekerja keras dalam diam tanpa mengeluh.”

“Sebagai sebuah yayasan yang didirikan oleh perusahaan karya anak bangsa, kami di Gojek telah menyalurkan bantuan berupa sembako untuk mitra driver Gojek di berbagai kota di Indonesia dan makanan gratis untuk para tenaga kesehatan. Untuk semakin memperluas dampak Yayasan Anak Bangsa Bisa ke pekerja harian lainnya, kami bergotong royong dengan berbagai pihak, termasuk Slank dan Kitabisa, untuk menginisiasi gerakan #SumbangSuara. Di masa sulit seperti ini, para pekerja harian tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tapi juga dukungan moril. Sering kali mereka bekerja dalam diam, sekaranglah saatnya kita bisa memberikan suara kita untuk menyemangati mereka. Sekecil apapun dukungan kita akan berarti untuk mereka,” tambah Monica.

Lebih lanjut Slank mengatakan, “Kami terinspirasi untuk berkolaborasi dengan Yayasan Anak Bangsa Bisa dan Kitabisa saat menemukan video seorang mitra driver Gojek yang juga seorang Slankers, yang viral di Twitter. Di lagu tersebut, mitra driver Gojek tersebut menyanyikan lagu kami yang berjudul ‘Ku Tak Bisa’ sambil menampilkan foto-foto para mitra driver Gojek yang sedang membantu sesama dengan membagikan makanan atau sembako.”

“Video tersebut mengingatkan kami bahwa saat ini, khususnya di bulan suci Ramadhan, bukanlah waktu untuk saling berteriak mana yang paling perlu dibantu. Justru, setiap orang harusnya dapat menyisihkan sedikit rezeki, tenaga, atau waktu mereka, seperti yang dilakukan para mitra driver Gojek untuk membantu meringankan beban sesama karena kita semua sedang sama-sama susah,” tambah Slank.

CEO Kitabisa.com, Alfatih Timur mengatakan, “Kitabisa percaya Indonesia tidak pernah kehilangan orang baik. Bahkan di masa sulit seperti sekarang, kebaikan ini justru berlipat ganda.”

Pria yang kerap dipanggil Timmy ini menambahkan, “Kami mendukung gerakan #SumbangSuara untuk membantu mereka yang kehilangan penghasilan akibat pandemi Covid-19. Semoga gotong royong bersama Yayasan Anak Bangsa Bisa dan Slank ini bisa meringankan sedikit beban mereka.”

Untuk menyalurkan paket sembako tersebut, gerakan #SumbangSuara juga melibatkan berbagai lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga