DMI Gandeng GoPay Maksimalkan Donasi Digital untuk Gerakan Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid

DMI Gandeng GoPay Maksimalkan Donasi Digital untuk Gerakan Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid Sekjen DMI Imam Addaruqutni, Ketua Departemen Kominfo & Arsitektur Dewan Masjid Indonesia Achmad Sugiarto, dan Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata (kiri)

Covesia.com - Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggandeng GoPay, layanan uang elektronik terdepan di Indonesia, untuk mendukung gerakan memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Sebelumnya DMI telah menggagas gerakan Seruan Dari Masjid serta Semprot Mandiri kepada lebih dari 800 ribu masjid se-Indonesia untuk mendukung pencegahan Covid-19. Seruan yang disampaikan selepas shalat berjamaah ini berisi pentingnya protokol kesehatan seperti kewajiban memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

Melanjutkan inisiatif tersebut, kali ini kolaborasi dengan GoPay diharapkan mendorong jamaah masjid memaksimalkan metode pembayaran digital tanpa sentuhan yang mudah serta aman dalam berinfaq dan sedekah. Hal ini juga sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menggunakan pembayaran nontunai dalam mencegah penyebaran Covid-19. 

"Lewat kolaborasi dengan GoPay ini, DMI semakin memperkuat komitmennya dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan mendorong pemanfaatan infaq digital tanpa kontak. GoPay dan DMI sendiri telah menjalin kerjasama sejak Juli 2019 untuk pemanfaatan fitur donasi digital di aplikasi DMI," ungkap Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata, dalam siaran tertulisnya yang diterima, Kamis (30/7/2020).

Kemudian lanjut Budi, pihaknya sangat senang dapat kembali berkolaborasi dengan DMI. GoPay ingin terus memudahkan masyarakat Indonesia untuk semua transaksi di kehidupan sehari-hari, termasuk memudahkan ratusan ribu masjid di bawah naungan DMI untuk menerima donasi digital di aplikasi DMI. 

"Gerakan Seruan Dari Masjid dari DMI kali ini sejalan dengan inisiatif J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan) Gojek, salah satunya pengguna layanan didorong untuk mengutamakan transaksi nontunai tanpa kontak menggunakan GoPay. Melalui teknologi infaq digital di aplikasi DMI, kami harap jamaah masjid dapat memaksimalkan infaq digital sehingga bersama kita dapat mengurangi risiko penyebaran COVID-19.” kata dia.

Budi melanjutkan sejauh ini, ia melihat tren positif penggunaan sedekah dan infaq digital oleh masyarakat menggunakan GoPay. "Kami mencatat pertumbuhan donasi digital sebanyak 2 kali lipat di saat pandemi Covid-19. Melalui platform digital, donasi yang masuk ke masjid juga tercatat dengan baik sehingga lebih aman dan transparan. Ke depannya, kami juga terbuka untuk terus berkolaborasi bersama DMI agar semakin banyak yang memakmurkan dan dimakmurkan masjid.” pugkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DMI M. Jusuf Kalla mengatakan selain menjadi tempat suci untuk beribadah bagi umat Islam, masjid juga memiliki fungsi sosial sebagai pusat penyelesaian masalah serta pusat syiar. 

"Salah satu fungsi sosial masjid yang dimanfaatkan DMI adalah menyiarkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan lewat gerakan seruan dari masjid. Lewat gerakan ini, usai shalat berjamaah, Taa’mir masjid akan menyampaikan tiga protokol kesehatan melalui pengeras suara yaitu jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker,” katanya.

Kalla menambahkan, untuk itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga dan memanfaatkan masjid bagi kesejahteraan jamaah serta masyarakat sekitar. 

"Oleh karenanya, DMI terus aktif menggandeng para pihak yang memiliki visi serupa untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid, salah satunya dengan kolaborasi bersama GoPay. Kami melihat kolaborasi DMI dan platform digital seperti GoPay memiliki potensi besar untuk memajukan ekonomi masjid dan menyejahterakan umat,” kata dia.

Kemudian Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia Imam Addaruqutni menyampaikan, kolaborasi ini juga dapat mendukung semangat DMI untuk mengembangkan ekonomi umat berbasis masjid. “Dengan jumlah masjid di Indonesia yang sangat besar, ekonomi umat berbasis masjid memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan memanfaatkan teknologi digital. Saat ini, kami telah mengayomi lebih dari 800 ribu masjid di seluruh wilayah Indonesia. Lewat kolaborasi dengan platform digital seperti GoPay, berpotensi besar untuk memaksimalkan kesejahteraan jamaah dan masyarakat sekitar sehingga tercapai tujuan kita untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid,” jelasnya.

Terakhir, Ketua Departemen Kominfo & Arsitektur Dewan Masjid Indonesia Achmad Sugiarto menyampaikan, bahw ekonomi Indonesia masih didominasi oleh transaksi tunai, meskipun transaksi data mobile banking telah melewati transaksi ATM atau Debit Card dan transaksi Non Bank telah melewati bank, semuanya terjadi pada 2018. Sementara itu, pada era adaptasi kebiasan baru, percepatan akselerasi digital yang mendukung kebutuhan masyarakat harus makin diberikan kemudahan. 

Aplikasi Dewan Masjid Indonesia sendiri telah memudahkan dan mempercepat masyarakat menyalurkan Infaq-nya secara digital, antara lain dengan GoPay. Aplikasi Dewan Masjid dapat diunduh dan digunakan melalui Android dan juga IOS, paralel saat ini sedang penyempurnaan upgrade UI/UX yang direncanakan selesai pada Agustus 2020 dengan tampilan baru yang semakin memudahkan pengguna aplikasi,” kata dia.

(ril/don)

  

Berita Terkait

Baca Juga