Sempat Down, Tingkat Hunian Hotel di Bukittinggi Meningkat Saat Libur Panjang

Sempat Down Tingkat Hunian Hotel di Bukittinggi Meningkat Saat Libur Panjang Ilustrasi (dok.covesia.com )

Covesia.com - Cuti bersama dalam momen Libur panjang akhir bulan Oktober, 28 hingga 31 ini, membawa angin segar bagi kelangsungan hunian dan penginapan di hotel di Kota Bukittinggi. Setelah sempat down sejak Maret lalu akibat Pandemi Covid-19, sejak libur hari besar dan cuti bersama akhir Oktober ini, sebagian besar hunian hotel kembali mendapatkan gairah. 

Hunian kembali menggeliat, karena tamu-tamu mulai kembali menginap di sebagian besar hotel yang ada di Kota Wisata itu. Sebelumnya, tingkat hunian bahkan nihil sama sekali. Parahnya, kondisi itu sebagian besar manajemen hotel terpaksa merumahkan karyawan, bahkan ada yang sampai saat ini.  

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi, Vina Kumala mengatakan liburan panjang kali ini membawa angin segar dan berkah tersendiri bagi pengelola penginapan dan hotel di Kota Wisata. 

"Kondisi kita sudah cukup lama down, bahkan sampai merumahkan karyawan,  tidak ada omset karena tamu tidak ada. Alhamdulillah, kita sangat bersyukur liburan ini membuat hunian kembali menggeliat," ungkapnya. 

Ia menyampaikan turunnya tingkat hunian disebabkan rasa was-was tamu akan Pandemi Covid 19. "Biasanya tamu dari Padang menginap, sekarang mereka lebih memilih untuk langsung balik ke Padang. Begitu juga tamu lokal lainnya lebih memilih pulang dari pada menginap, dan ini sejak April hingga sekarang seperti itu kondisinya," ucap Vina. 

Meski begitu sebut Vina, liburan kali ini secara okupansi (hunian) hotel di bawah naungan PHRI Bukittinggi pada umumnya naik hingga 60 persen, terutama hotel bintang tiga dan empat. 

"Sejak tanggal 27 kemarin sudah mulai kembali ada bookingan kamar. Pada umumnya tamu didominasi dari Riau,  sisanya dari daerah lain dan lokal," katanya. 

Sementara itu, penuturan, GM Hotel Mersi Bukittinggi, Dessy Andriany merasa bersyukur pada musim liburan ini hunian menggeliat. Meski tidak ada bookingan tamu luar, namun jumlah para tamu bisa mencapai 60 persen. 

"Jadi tamu-tamu itu langsung datang,  tidak bookingan. Pada umumnya juga dari tamu Riau yang datang liburan ke Sumbar, " sebutnya. 

Hotel Mersi sendiri pun sebutnya, juga terkena imbas pandemi Covid. Bahkan,  hingga sekarang masih banyak karyawan yang dirumahkan. 

"Hampir sama waktunya, semua hotel memiliki nasib yang sama sejak pandemi pada Maret lalu. Baru liburan ini yang ada gairah. Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha pun tidak ada tamu seperti tahun sebelum pandemi," ujarnya seraya menyebutkan,  jika harga hotel pun sudah dipotong hingga 30 persen. 

Namun, pemotongan harga itu sebutnya,  juga dilakukan oleh hotel bintang tiga dan empat. Kondisi itu sedikit banyaknya berpengaruh juga terhadap minat tamu untuk mencari hunian. 

"Kamis (29/10/2020) tamu mulai ramai dan kita berharap liburan yang tersisa masih banyak tamu lainnya," ujarnya.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga