Kandang Aviari TMSBK Bukittinggi Jadi Magnet Bagi Pengunjung 

Kandang Aviari TMSBK Bukittinggi Jadi Magnet Bagi Pengunjung  Kandang Aviari TMSBK Bukittinggi Jadi Magnet Bagi Pengunjung, Minggu (1/11/2020)(Foto: Debi)

Covesia.com - Zona Burung atau Kandang Aviari menjadi favorit pengunjung saat rekreasi ke Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi. Selama masa libur panjang yang dimulai sejak Rabu (28/10/2020) hingga Sabtu (31/10/2020), kunjungan ke TMSBK Bukittinggi mencapai 10 ribu orang. Diperkirakan, jumlah kunjungan bisa mencapai 15 ribu orang hingga Minggu (1/11/2020) ini.

Kadisparpora Bukittinggi melalui Kabid TMSBK, Ikbal, menjelaskan, kunjungan pada libur panjang ini paling ramai di kawasan zona burung atau Aviary. Keberadaan Kinantan Bird Park ini diakui sebagai salah satu tambahan daya tarik di TMSBK.

"Selama libur panjang ini, zona burung atau Aviari betul-betul menjadi favorit kunjungan dan magnetnya luar biasa. Situasi ini menunjukkan pengaruh zona burung (Kinantan Bird Park) atau Kandang Aviary ini sangat besar. Saat mereka masuk ke TMSBK, langsung menuju ke zona burung (Aviary). Artinya,mereka fokus ke zona burung," ujar Ikbal.

Ikbal menambahkan, mayoritas pengunjung TMSBK berasal dari Padang, Riau, Sumatra Utara, Muaro Bungo, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Surabaya, Bali, Bukittinggi sekitarnya serta kabupaten/kota di Sumbar. Mereka sangat menikmati suasana di Kinantan Bird Park.

Mereka dapat berfoto atau selfie serta berinteraksi langsung dengan satwa burung di dalamnya. Selain itu, mereka bisa duduk santai sambil menghirup udara serta melihat pemandangan indah. 

"Kandang satwa lain juga ramai dikunjungi namun zona burung yang paling diminati. Pada hari Kamis lalu, pengunjung ramai karena didukung cuaca cerah. Saat itu, pengunjung sudah melonjak tinggi. Keramaian pengunjung TMSBK sudah terlihat sejak Rabu. Sampai Sabtu (31/10), kurang lebih 10 ribu pengunjung TMSBK. Peningkatan disebabkan karena faktor libur dan adanya zona burung atau Kandang Aviary. Pengunjung dari Kota Padang paling luar biasa," ungkap Ikbal.

Meskipun demikian, pihak TMSBK tetap menerapkan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 bagi pengunjung. Petugas juga selalu mengingatkan pengujung mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Lebih lanjut, Ikbal menjelaskan di luar liburan, kunjungan ke TMSBK rata-rata 1000 sehari khususnya di masa pandemi covid-19 saat ini. Animo masyarakat berwisata ke kebun binatang cukup tinggi. 

"Disamping itu, masuk ke zona burung atau Aviary juga gratis. Saat ini, pembangunan tahap II TMSBK Bukittinggi tengah menyelesaikan zona burung, zona reptil, zona karnivora (binatang buas). Pembangunan zona-zona satwa tersebut ditargetkan selesai Desember 2020," kata Ikbal.

Ikbal juga mengatakan TMSBK Bukittinggi menuju ke TMBSK modern. Di dalam TMSBK kedepannya ada pemeliharaan, pengembangan dan aktivitas penelitian atau edukasi.

"Kita ingin TMSBK ini memiliki konsep konservasi, edukasi dan rekreasi. TMSBK Bukittinggi termasuk kategori Taman Satwa yang memiliki luas 15 hektare ke bawah sampai 2 hektare. Revitalisasi TMSBK juga bertujuan menghilangkan imej "penjara" satwa. Benteng akan dijadikan pula sebagai konservasi flora," pungkas Ikbal.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga