Sawahlunto, Kota Hantu Dunia

Sawahlunto Kota Hantu Dunia Sesudut wajah Kota Tambang Sawahlunto. (Foto Fiki Dwi Afriyanti/covesia.com)

Sawahlunto - Sawahlunto, dulu terkenal sebagai Kota Tambang di Indonesia. Kini, kota kecil ini masuk dalam jajaran Kota hantu di dunia.

Kota hantu sendiri bisa ditafsirkan sebagai kota yang tak berpenduduk atau pernah mencapai puncak popularitasnya kemudian dilupakan karena sebab tertentu. Mengutip laporan Majalah Travelounge edisi Juli 2013, di Indonesia juga ada kota yang masuk ketegori kota hantu, yakni Sawahlunto, Sumatera Barat.

Sebuah kota kecil yang memiliki keunikan di dalamnya yang menyimpan sejuta cerita sejarah tambang pada zaman Belanda yaitu kota Sawahlunto. Belanda membangun tempat-tempat yang dibutuhkan oleh mereka seperti Silo yang merupakan tempat penyimpanan batubara, Gedung Pusat Kebudayaan yang merupakan tempat hiburan untuk bermain oleh para pejabat-pejabat Belanda.

Kini Kota Sawahlunto dikenal dengan Kota Wisata Budaya Tambang Dunia. Pesona wisata tambang ditampilkan dengan Lubang tambang 'Mbah Soero yang merupakan lobang bekas tambang pada zaman penjajah, Gedung Info Box yang menyimpan foto-foto sejarah tambang didalam nya. Juga, Museum Gudang Ransoem yang merupakan dapur umum tempat menyimpan peralatan masak dan makanan dan Museum Tambang yang menyimpan alat-alat tambang zaman dahulu.

"Sawahlunto satu-satunya kota sejarah tambang yang ada di Indonesia yang telah diakui oleh JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia) pada tahun 2009 dengan ketua pertama kalinya Amran Nur yang waktu itu menjabat sebagai Walikota Sawahlunto," kata Tati, dari Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto.

Selain memiliki objek sejarah, Kota Sawahlunto juga memiliki objek rekreasi seperti Waterboom yang merupakan pemandian pertama yang ada di Sumatera Barat dan Taman Satwa Kandi yang didalam nya terdapat berbagai ragam satwa dan wahana air seperti banana boat, speed boat, sepeda air dan lain-lain.

Namun semua ini membuat para wisatawan lokal maupun mancanegara apabila berkunjung ke Sawahlunto. Mereka akan merasakan berada di kota Belanda kecil (little Hollan) dan semua aset yang dimiliki kota Sawahlunto itu dikembangkan dengan tujuan meningkatkan ekonomi kreatif Sawahlunto dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Kota Sawahlunto. (fda)

Berita Terkait

Baca Juga