Enaknya Teri Gulung, Buah Tangah Bandarlampung

Enaknya Teri Gulung Buah Tangah Bandarlampung

Bandarlampung - Kalau berkunjung ke Bandarlampung, Lampung, jangan hanya mencari panganan dari pisang. Tapi, juga carilah makanan kecil teri gulung olahan makanan dari ikan teri siger asal Pulau Pasaran. Cemilan ini kini menjadi idola baru dan diminati sebagai buah tangan atau oleh-oleh asli dari Kota Bandarlampung.

"Pulau Pasaran yang hasil lautnya melimpah khususnya berupa ikan teri, mendorong kaum perempuan di sini berpikir untuk membuat makanan dari ikan kecil ini, dan sampai saat ini sudah berjalan tiga tahun," kata Rolinah (45), anggota Koperasi Melati Bahari Pulau Pasaran di Bandarlampung, Minggu (9/11/2014).

Dia mengatakan bahawa teri gulung dengan tiga rasa, yakni gurih, pedas, dan manis, bisa dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang singgah di Kota Bandarlampung.

Ia mengungkapkan bahwa olahan makanan ini dibuat secara tradisional atau masih menggunakan tangan manusia (manual), meskipun semua prosesnya dijamin bersih. "Kami memerlukan 30 kg ikan teri siger untuk diolah menjadi makanan ringan, dan semua itu hanya dipasarkan di wilayah Bandarlampung saja," kata dia lagi.

Dia mengungkapkan, belum berencana memasarkannya ke luar daerah meskipun sudah banyak peminatnya, mengingat ini merupakan buah tangan sehingga lebih baik mereka yang memesan harus datang ke Pulau Pasaran Bandarlampung. "Kami membuatnya pun terbatas dan dalam beberapa tahun terakhir pemesannya selalu meningkat, harganya juga terjangkau yaitu Rp9 ribu satu bungkus," ujarnya pula.

Dia menjelaskan bahwa selama ini usaha yang digagas oleh koperasi ini, sudah menggunakan dana sendiri dari lima orang warga yang juga turun langsung membuat olahan makanan teri ini. Menurutnya, dalam waktu tiga bulan, dia bersama anggota lain membagi hasil dan menyisihkan modal untuk kembali membeli ikan teri. Modal pembuatannya memerlukan dana Rp700 ribu dalam waktu satu bulan.

"Hingga saat ini keuntungan yang didapat, bisa membantu memenuhi keburuhan hidup sehari-hari, seperti uang dapur, jajan anak dan lainnya," kata dia. Ia mengharapkan ke depan pemerintah dapat membantu memasarkannya, mengingat tanpa itu semua teri gulung akan sulit dikenal. (ant/cal)

Berita Terkait

Baca Juga