Yuk, Berwisata Edukasi ke Museum Tambang di Sawahlunto

Yuk Berwisata Edukasi ke Museum Tambang di Sawahlunto Petugas penjaga Museum saat mengedukasi pengunjung di replika lubang tambang di Museum tersebut (Foto: Primadoni/Covesia)

Covesia.com - Kemanakah anda menghabiskan libur panjang kali ini? Ya kalau ke Sawahlunto jangan lupa mengunjungi salah satu Museum Tambang yang ada di kota itu.

Bicara soal wisata sejarah, Kota Sawahlunto di Sumatra Barat merupakan salah satu destinasi wisata kota tua di Sumbar. Kota kecil yang diimpit Bukit Barisan ini bisa dibilang berhasil menyulap kawasan industri pertambangan batu bara menjadi sentra wisata berbasis sejarah tambang yang dimiliki.

Pada libur panjang kali ini, sejumlah destinasi wisata di kota Sawahlunto pun kebanjiran pengunjung, salah satunya Museum Tambang tersebut.

Museum yang dikelola langsung oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk ini memang memamerkan peralatan-peralatan tambang yang sempat digunakan di wilayah operasi Sawahlunto. Di museum ini pengunjung juga bisa menonton film dokumenter mengenai perkembangan industri pertambangan di Sawahlunto sejak zaman kolonial Belanda hingga kini, kemudian sejumlah peralatan komunikasi dan peralatan pendukung pertambangan pada zaman dahulu.

Irwan Santoso (22), petugas pelayanan di Museum Tambang tersebut mengatakan, pengunjung yang datang ke museum ini rata-rata pelajar, wisata lokal dari luar daerah dan wisatawan mancanegara.

"Kebanyakan yang datang ke sini itu warga dari luar Sawahlunto maupun dari luar Sumbar dan dari negara lain," ungkap Irwan, Minggu (19/8/2018).

Lebih lanjut Irwan menyebutkan, bila hari biasa jumlah pengunjung museum hanya 15-20 orang, namun akhir pekan ini daftar pengunjung bisa terisi hingga 100 orang. Yang mendominasi ke Museum ini paling banyak itu dari Belanda dan Australia.

"Kalau yang dari Belanda mereka merasa lebih senang kesini, karena mereka merasa bangga melihat hasil karya nenek moyangnya di Sawahlunto. Yang paling disuka mereka itu melihat dokumenter. Suka juga lihat peralatan zaman dulu. Pokoknya yang berbau Belanda mereka suka," ungkap Irwan.

Salah satu pengunjung dari Pulau Jawa yang ditemui di Museum, Sapto (28) menyebutkan, dengan keberadaan Museum Tambang tersebut bisa menambahkan wawasan baginya tentang proses kejayaan industri tambang di Sawahlunto.

"Museum ini cocoklah, nambah-nambah pengetahuan sekaligus edukasi bagi generasi muda," pungkas Sapto.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga