Mengenal Guo Nyiak Janun, Potensi Wisata di Agam yang Belum Tergarap Maksimal

Mengenal Guo Nyiak Janun Potensi Wisata di Agam yang Belum Tergarap Maksimal Tampak kondisi di dalam Goa Nyiak Janun di Agam, Minggu (30/12/2018)(Foto: Johan)

Covesia.com - Kecamatan Matur, kabupaten Agam, memiliki potensi alam yang melimpah, namun tidak semuanya tergarap dengan sempurna, salah satunya Guo Nyiak Janun (Goa Nyiak Janun). Berlokasikan di perbatasan jorong Bukik Siriah dan jorong Mato Katiak, nagari Matua Hilia, goa yang berada di punggung perbukitan itu berpotensi menjadi salah satu objek wisata alam.

Salah seorang penggiat pariwisata Agam, Hendra Firmanto menjelaskan, Guo Nyiak Janun sudah terdaftar kedalam situs Geo Park Nasional tahun 2018 dan saat ini sedang menuju Geo Park Unesco. Selain itu pada tahun 2014 silam, para ilmuan dari Jepang pernah berkunjung ke Guo Nyiak Janun, saat melakukan penelitian, mereka menemukan Laba-laba jenis Baru. 

Jika ingin kelokasi, pengunjung bisa melewati 2 jalur yaitunya dari jorong Mato Katiak dan Bukik Siriah, untuk jalur Mato Katiak, pengunjung masuk dari simpang Jorong Andaleh, nagari Lawang, menuju jorong Bukik Siriah, dari sini wisatawan melewati jalan setapak dengan melewati area perkebunan dan menuruni perbukitan dengan jarak 800 meter. 

Sementara itu jika dari Mato Katiak, pengunjung masuk dari jalan alternatif Matur-Palupuah, disini kita akan melewati area persawahan perbukitan, dengan jarak tempuh lebih kurang 1,5 Km. 

"Jalur Bukik Siriah lebih dekat namun medan yang ditempuh cukup sulit, meskipun melelahkan, pengunjung akan menikmati indahnya perjalanan di alam liar ditambah lagi indahnya pemandangan di dalam goa akan membayar lunas lelahnya perjalanan," ujar Hendra Firmanto saat menemani  Covesia.com menuju lokasi goa, Minggu (30/12/2018).

Dijelaskannya, untuk masuk ke dalam goa pengunjung harus membawa penerangan yang cukup, tidak adanya celah masuk cahaya membuat kondisi di dalam sangat gelap.

Sesampainya di sana, pengunjung akan disambut ribuan kelelawar yang tinggal di dalam goa, cahaya penerangan yang dibawa pengunjung mungkin membuat mereka merasa terganggu, sehingga koloni hewan malam itu akan berterbangan di langit-langit goa. 

"Itu tidak membahayakan, bahkan bisa menjadi salah satu daya tarik saat berada di dalam goa," lanjut Hendra.

Tidak hanya itu, tetesan air yang keluar dari celah bebatuan membuat kilauan menakjubkan jika terkena cahaya, bahkan ada di beberapa bagian di dinding goa jika disorot penerang akan menimbulkan kelap kelip, ini membuatnya semakin menakjubkan.

"Goa Nyiak Janun memiliki banyak rongga jadi tidak diperbolehkan masuk sembarangan karena bisa tersesat," kata Hendra mengingatkan.

Disisi lain, salah seorang tokoh masyarakat Bukik Siriah, Dt Indo Marajo mengatakan, dalam sejarahnya goa tersebut memiliki kaitan erat dengan kondisi masyarakat pada zaman penjajahan Belanda, nama Nyiak Janun tersebut berasal dari orang yang pertama kali menemukan dan menetap disana.

Diceritakan Dt Indo Marajo, pada zaman penjajahan belanda sekitar tahun 1800an, masa itu masyarakat dipaksa bekerja namun hasilnya diambil oleh Belanda, tidak sanggup mendapat tekanan tersebut banyak warga yang memutuskan melarikan diri kedalam hutan, dan menetap disana.

"Begitu juga dengan Nyiak Janun, hingga saat ini tidak ada keterangan pasti dari mana beliau berasal, yang kami ketahui ia melarikan diri dari kerja paksa Belanda, dan tinggal di dalam goa," ujarnya saat bercerita dengan covesia.com.

Dilanjutkannya, setelah lama bermukim didalam goa, nyiak janun mulai membuka lahan di sekitar lokasi ia bercocok tanam dan membuat rumah di puncak bukit. 

Dalam sejarahnya, Nyiak Janun memiliki sepasang anak, yang laki-laki bernama Burhan, yang menjadi salah satu tokoh ulama di Matur pada masa itu yang bergelar Malin Saidi, sedangkan untuk yang perempuan belum ditemukan keterangan pasti siapa namanya, meski demikian seiring berjalannya waktu keluarga nyiak mulai berkembang. 

"Sebagian besar warga Bukik Siriah merupakan anak cucu keturunan Nyiak Janun," tutupnya.

(han)

Berita Terkait

Baca Juga