Agar Mandeh Makin Populer, Sejarah Kapal Karam Boeloengan Belanda akan Digali

Agar Mandeh Makin Populer Sejarah Kapal Karam Boeloengan Belanda akan Digali Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh, di Pesisir Selatan, Sumtera Barat. Foto: Dok. Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat berencana menggali sejarah Kapal MV Boeloengan milik Belanda yang tenggelam di perairan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh untuk semakin mempopulerkan kawasan wisata tersebut.

"Sejarah mencatat Kapal MV Boeloengan tenggelam di perairan Mandeh setelah dibombardir oleh tentara Jepang di era perang dunia II sekitar tahun 1942," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Rabu (14/8/2019).

Ia menambahkan rencana penggalian sejarah tenggelamnya Kapal MV Boeloengan tersebut akan melibatkan masyarakat yang menetap di kawasan Mandeh hingga ahli sejarah dan peneliti di Indonesia.

"Jika dibutuhkan dan agar datanya lengkap kami akan meminta agar pemerintah pusat turun tangan dalam proyek ini," imbuhnya.

Dengan ikut campurnya pemerintah pusat, pihaknya berharap tidak hanya ahli sejarah dan peneliti dalam negeri yang terlibat, namun juga luar negeri sehingga hasilnya lebih menyeluruh dan lebih menarik disajikan.

Ia mengungkapkan bangkai kapal tersebut hanya berada di kedalaman sekitar 20 hingga 25 meter saja, sehingga penyelaman pemula tidak akan kesulitan untuk menikmatinya.

Berdasarkan identifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kapal tersebut diketahui memiliki lebar bagian tengah 11 meter, lebar buritan 13 meter, lebar haluan 10 meter, tinggi delapan meter dan panjang 74 meter.

Kapal tersebut didesain pada 1915 sebagai kapal transpor bermesin diesel sepanjang 72,6 meter.

Penggunaanya selain disesuaikan dengan desainnya, kapal ini juga kerap dipakai oleh pejabat kolonial Belanda untuk berkunjung ke Kesultanan Bulungan di Kalimantan Timur.

"Dengan nanti tuntasnya penggalian mengenai detail sejarah tenggelamnya Kapal MV Boeloengan kami yakin hal tersebut akan memperkuat upaya mempopulerkan kawasan Mandeh," sebutnya.

Ia meyakini sejarah tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri disamping kawasan Mandeh yang juga memiliki keindahan bahari yang tidak bisa dipungkiri mulai dari perairannya yang tenang, pasir yang putih hingga pulau-pulau yang cantik.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga