Puncak 'Pesona Hoyak Tabuik 2019' Berlangsung Meriah

Puncak Pesona Hoyak Tabuik 2019 Berlangsung Meriah Puncak 'Pesona Hoyak Tabuik 2019' Berlangsung Meriah, Minggu (15/9/2019)(Foto: Covesia/Peri)

Covesia.com - Pelaksanaan puncak acara 'Pesona Hoyak Tabuik tahun 2019' sudah berakhir dengan pembuangan Tabuik ke laut pada Minggu (15/9/2019) sekitar pukul 18.20 WIB. Selain para pejabat negara baik itu daerah, provinsi bahkan pemerintah pusat, ribuan pengunjung juga ikut menyaksikan prosesi terakhir Tabuik tersebut.

Walikota Pariaman, Genius Umar menyebutkan, ini hari terakhir pelaksanaan Tabuik. Menurutnya selama 15 hari pelaksanaan Tabuik ini, diperkirakan ada 200 ribu pengunjung yang berdatangan ingin menyaksikannya.

"Menurut saya ada 200 ribu pengunjung yang menyaksikan acara Tabuik ini. Dapat di lihat ini akan sangat mendukung pergerakan ekonomi masyarakat," sebut Genius.

Lanjut Genius, selam 15 hari pelaksanaan Tabuik, banyak kegiatan yang dilakukan di Kota Pariaman, untuk lebih memeriahkannya. Seperti pertunjukan tari gelombang dan bersepeda keliling Kota Pariaman. 

Genius menyebutkan, acara tabuik ini sebenarnya bukan acara dari pemerintah, tapi ini acara dari masyarakat di Kota Pariaman. Dalam hal ini pemerintah hanya memfasilitasi saja.

"Ini adalah budaya masyarakat. Makanya ini harus dikembangakan, dan bagian yang bisa kita jadikan destinasi wisata Kota Pariaman," kata Genius.

Dikatakan Genius, dengan adanya Tabuik ini, Kota Pariaman bisa menjadi daerah tujuan wisatawan. Sehingga wisatanya bisa berkembang lagi dimasa yang akan datang.

"Kalau masalah Tabuik ini syi'ah kata orang - orang, saya tidak memikirkan isu - isu tersebut. Saya hanya fikirkan ini adalah budaya Pariaman dan ini dijadikan destinasi wisata," ucapnya.

Genius mengatakan, nanti Tabuik ini akan diusulkan sebagai warisan dunia, yang bersifat non benda. "Untuk hal itu kami akan bekerja secara maksimum," katanya lagi.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wilayah Regional Dua Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi mengapresiasi kegiatan Tabuik ini, ia mengatakan, terkait rencana Kota Pariaman untuk menjadikan Tabuik dalam menjadi wisata warisan dunia.  Nanti dari pihaknya akan membantu dalam pengurusan tersebut.

"Nanti kami dari Kementerian Pariwisata, akan membantu Kota Pariaman, untuk menjadikan Tabuik menjadi wisata warisan dunia," sebut Reza, saat menghadiri acara penutupan Tabuik.

Hal yang berbeda juga diungkap Kapolda Sumbar, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Fakhrizal yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, baru pertama kali melihat Hoyak Tabuik, ia terkesima karena ramainya pengunjung yang berdatangan untuk menyaksikan acara tersebut.

"Ini baru pertama kali saya melihat acara Tabuik ini, ternyata ramai sekali masyarakat yang datang melihatnya. Saya terkesima melihatnya, diluar dugaan saya," ucap Fakhrizal.

Lanjut Fakhrizal, luar biasa budaya Tabuik yang sudah turun temurun ratusan tahun ini. Antusias masyarakat sangat tinggi ingin melihatnya. Begitu sakralnya bagi masyarakat Pariaman Tabuik ini.

"Budaya ini perlu kita lestarikan terus, agar semakin banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke sini. Sehingga bisa menunjang pariwisata Kota Pariwisata kedepannya," sebut Fakhrizal.

Kontributor Pariaman: Peri Musliadi


Berita Terkait

Baca Juga