Aeropress Battle, Mengenal Kembali Kopi Sijunjung yang Pernah Mendunia

Aeropress Battle Mengenal Kembali Kopi Sijunjung yang Pernah Mendunia Seorang yang sedang meracik seduhan kopi pada Aeropress Battle di Sijunjung, Senin (11/11/2019)(Foto: Laila)

Covesia.com - Selain Silokek Geofest Rafting World Cup di Sijunjung, juga digelar Aeropress Battle yang juga merupakan rangkaian Silokek Geopark Festival di daerah itu, guna kembali mengingat kopi khas Kabupaten Sijunjung yang pernah mendunia, Senin (11/11/2019).

Aeropress merupakan salah satu cara menyeduh kopi dengan manual dan menggunakan tekanan udara guna menghasilkan ekstraksi seduhan kopi.

"Kegiatan ini diselenggarakan untuk masyarakat Sijunjung mengenal lagi kopi, dulu produsen kopi yang terkenal adalah Sijunjung bahkan sempat diekspor ke Amerika, namun kini itu seolah hilang saja," ungkap Alan Arthur, ketua pelaksana acara kepada wartawan, di Gedung Pancasila, Sijunjung, Selasa.

Lebih lanjut Alan mengatakan semoga dengan adanya acara ini dapat meningkatkan animo masyarakat untuk kembali menanam kopi dan Sijunjung kembali terkenal dengan kopinya.

Siti Herlimarta, juri Aeropress Battle yang didatangkan dari Jakarta mengatakan lomba yang akan diikuti 27 peserta berasal dari Pekanbaru dan Padang ini akan dinilai dari balance-nya antara seduhan kopi, rasa, dan lain sebagainya.

"Kopi itu beda mereknya, beda rasanya juga siapa yang menyeduhnya," ungkapnya.

"Menjadi barista butuh konsistensi dan terus belajar," ungkap salah satu peserta, Abdurrahim Makarim yang berasal dari Pekanbaru.

Ia mengaku baru 4 tahun menjadi barista. "Kesulitan untuk menjadi barista adalah peraturan dan regulasinya yang selalu bertambah, intinya jangan cepat menyerah," tutupnya.

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga