Takjub Akan Wisata Bahari Sumbar, Wisatawan Kunming Bakal Promosikan ke Negeri Asalnya

Takjub Akan Wisata Bahari Sumbar Wisatawan Kunming Bakal Promosikan ke Negeri Asalnya Wisatawan Kunming, China di Bandara BIM bertolak ke negara asalnya usai Berlibur di Sumbar (Foto: Arrazi/Covesia)

Covesia.com - Sebanyak 150 wisatawan asal Kota Kunming Provinsi Yunan Tiongkok bertolak dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke negara asalnya, Kamis (30/1/2020) sore. Wisatawan tersebut pulang ke negara asalnya setelah raun-raun selama lima hari ke berbagai daerah di Sumatera Barat (Sumbar). 

Berdasarkan pantauan Covesia, bus-bus yang membawa wisatawan asal Tiongkok tersebut sampai di BIM sekitar 17.20 WIB. Setelah mengeluarkan barang-barang mereka dari bus, wisatawan asal Negeri Tirai Bambu tersebut lalu masuk ke pintu "Keberangkatan".

Wisatawan tersebut berangkat dengan pesawat rute Padang-Kunming dengan penerbangan langsung. Wendy Ardian selaku OIC BIM menjelaskan bahwa wisatawan ulang dengan pesawat Citilink QG 5700. "Para penumpang telah kita arahkan ke ruang tunggu internasional," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Novrial menjelaskan bahwa semua tamu dari Kota Kunming dalam keadaan sehat. Dia menjelaskan bahwa hal tersebut berdasarkan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh pihak penyelengara. "Sampai hari ini sehat," jelasnya. 

Novrial menjelaskan bahwa wisatawan tersebut akan kembali ke Kunming dengan charter flage. "Pesawat itu dicarter untuk satu kali jalan. Kalau waktu datang, kosong ke Kunming, isi ke sini. Tapi kalau sekarang, isi ke situ, kembali ke sini kosong," jelasnya.

Novrial juga menjelaskan bahwa kepulauan wisatawan tersebut sesuai jadwal. Saat ditanya apakah akan ada rombongan wisatawan dari Tiongkok yang akan datang lagi ke Sumbar untuk kedua kalinya, Novrial mengatakan bahwa hal tersebut tergantung pada upaya dua pihak. 

"Pertama, dari pihak China, mungkin sampai selesainya masalah di domestik China. Kedua, dari pihak kita. Kalau secara sosiologis kita belum bisa meng-upgrade potensi wisata Sumbar, masih seperti ini juga, orang akan berpikir juga untuk datang ke Sumbar. Kalau kita cepat upgrade, cepat kita pulihkan image kita mungkin mereka akan datang lagi ke Sumbar," jelasnya.

Novrial mengatakan bahwa rombongan wisatawan kedua yang rencananya akan datang ke Sumbar dibatalkan oleh negara Tiongkok. "Mereka sendiri yang memproteksi warganya untuk tidak keluar," jelasnya. 

Lebih lanjut, Yunando selaku perwakilan perusahaan Coco's Tour Sumbar menjelaskan bahwa banyak potensi wisatawan di kota-kota yang ada di Tiongkok untuk berwisata ke Sumbar. Tapi karena adanya permasalahan novel coronavirus yang merebak di Provinsi Wuhan, penerbangan wisatawan ke Sumbar dipending terlebih dahulu. 

"Rencana kita ke depan dengan adanya support dari Pemda Provinsi Sumbar, dan wisatawan kita lihat senang, kita (Coco's Tour) akan melanjutkan program ini pada Juli," jelasnya.

Yunando mengatakan bahwa wisatawan asal Kota Kunming sangat senang karena bisa berkunjung ke Sumbar. Hal ini dikarenakan kondisi geografis Kota Kunming yang berbukitan. Para wisatawan tersebut senang berkunjung ke Sumbar karena bisa melihat laut. 

"Mereka sangat senang sekali. Mereka happy. Mereka suka daerah kita. Wisata bahari kita bagus kata mereka," jelas Yunando. 

Terkait adanya penolakan yang dilakukan oleh masyarakat di beberapa daerah di Sumbar, pihak penyelenggara berupaya menjelaskan bahwa itu bukan karena SARA. "Mereka paham itu hanya sebatas masalah virus yang dicemaskan oleh masyarakat Sumbar. Mereka bilang, kita tidak sakit. Kalau sakit, kita tidak akan ke Sumbar," jelas Yovandra. 

Kata Yunando, wisatawan pun berjanji untuk mempromosikan tentang bagusnya pariwisata di Sumbar sekembalinya mereka ke Kota Kunming. 

(rul)

Berita Terkait

Baca Juga