Gelombang Pasang dan Abrasi Ancam Sejumlah Kawasan Wisata di Pessel Sumbar

Gelombang Pasang dan Abrasi Ancam Sejumlah Kawasan Wisata di Pessel Sumbar Foto, Kawasan Wisata Simpang Tigo Buayo Putieh, di Taratak, Kecamatan Sutera, Pessel. (Indra Yen)

Covesia.com - Abrasi dan gelombang pasang yang terjadi sejak satu pekan lalu di kawasan wisata Simpang Tigo Buayo Putieh, Nagari Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, mengancam keindahan kawasan wisata tersebut.

Pantauan Covesia.com dilapangan, gelombang pasang dan abrasi yang terjadi sejak pakan lalu itu, merusak beberapa keindahan kawasan wisata di daerah itu. 

Dimana terlihat, bibir pantai yang biasanya tinggi dan ditumbuhi pohon pinus itu, terlihat datar diterjang abrasi dan gelombang pasang.

Parahnya, beberapa pohon pinus yang masih kecil dan menengah tumbang akibat kikisan gelombang pasang. 

"Akibat kikisan ombak, puluhan pohon pinus yang telah ditanam tumbang. Yang tumbang ada berukuran kecil menengah dan besar,"sebut salah seorang warga Dodianto (47) pada Covesia.com Jumat (29/5/2020).

Selain mengikis bibir pantai dan puluhan pohon pinus tumbang kata Dodianto, sekitar tiga unit pondok-pondok (kadai-kadai) warga tempat berjualan di kawasan wisata juga rusak dihantam gelombang pasang. 

"Gelombang pasang terjadi sejak satu minggu ini. Alhamdulillah, hanya sebagian yang rusak, karena warga cepat membuka pintu muara yang tertutup pasir,"ujarnya

Dikatakannya lagi, kondisi seperti ini memang terjadi setiap tahunnya. Sebab, gelombang pasang dan pasang anak bulan secara bersamaan datang mengikis bibir pantai. 

"Setiap tahun, apabila terjadi pasang anak bulan. Bibir pantai di kawasan ini terus dikikis gelombang. Semakin hari, bibir pantai disini semakin terkikis,"ujarnya lagi

Kendati demikian, dengan kondisi seperti ini ucap Dodianto, ia berharap ada upaya pemerintah untuk mengatasi abrasi gelombang pasang di bibir pantai kawasan simpang tigo buayo putieh ini. 

Apalagi, kawasan wisata ini baru berkembang dan sangat diminati oleh para pengunjung. 

"Harap kita ada upaya pemerintah melakukan pemasangan batu jeti. Sama-sama diketahui, kawasan ini baru berkembang dan sangat diminati pengunjung. Sekarang saja, sudah kita larang penggunjung masuk tetap masih ada yang datang berwisata,"pungkasnya

Sementara, Ketua Pemuda setempat Dodi Syaputra (30) mengatakan, belum ada upaya penanganan untuk mengatasi abrasi pantai dan gelombang pasang yang terus mengikis bibir pantai dikawasan wisata tempatnya itu. 

"Sejak dulu sampai sekarang, belum ada upaya penanganan abrasi dilakukan. Padahal, keindahan kawasan ini cukup bagus dikembangkan. Ini saja, hanya dikembangkan secara suadaya sangat buming dikalangan wisatawan lokal,"katanya saat ditemui Covesia.com

Untuk itu, ia berharap sebelum situasi ini kian parah, pemerintah harus berupaya memperhatikan setiap kawasan wisata yang kian hari makin parah diterjang abrasi. 

"Sebab, kita ketahui Pessel daerah yang memiliki kawasan pantai yang indah dan bagus. Sangat banyak wisata penyanggah di daerah ini, jangan sampai dibiarkan hancur begitu saja oleh abrasi pantai,"tutupnya

(ind/adi)

Berita Terkait

Baca Juga