Wali Kota Pagar Alam Sumsel Kagumi Wisata Bukittinggi

Wali Kota Pagar Alam Sumsel Kagumi Wisata Bukittinggi Wali Kota Pagar Alam, Alpian Maskoni saat menyerahkan cendera mata kepada Wali kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Kamis (6/8/2020).

Covesia.com - Wali kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bukittinggi, Kamis (6/8/2020). Rombongan disambut langsung Wali kota Bukittinggi di ruang kerja Wali Kota.

Wali kota Pagar Alam, Alpian Maskoni, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat langsung Wali kota Bukittinggi atas kedatangannya dan rombongan. Ia merasa bangga berkesempatan berkunjung ke Bukittinggi, salah satu kota yang memiliki nilai histori terutama masa perjuangan Kemerdekaan RI. 

"Kami merasa sangat beruntung dapat melihat salah satu kota yang mampu membangun ekonomi masyarakat dan mengembangkan pariwisata dengan sangat baik," ungkapnya.

Ia menuturkan, Pagar Alam salah satu kota di Provinsi Sumatera Selatan yang resmi menjadi kota otonom setelah pemekaran dari Kabupaten Lahat pada 21 Juni 2001. Dengan luas wilayah 63,66 km2, Pagar Alam memiliki lima kecamatan dan 35 kelurahan. Peruntukan lahan didominasi oleh kawasan lindung sebesar 40% dan kawasan budidaya sebesar 60%. Sehingga menjadi komitmen bagi Pagar Alam untuk tetap menjadi paru-paru Propinsi Sumatera Selatan dan tetap melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Untuk pertanian masih menjadi penyumbang kontribusi terbesar yang bersinergi dengan mayoritas penduduk Kota Pagar Alam yang masih berprofesi sebagai petani terutama kopi dan sayuran. 

"Kota Pagar Alam sudah mulai bergerak kearah bidang jasa terutama perdagangan, wisata dan industri kecil dan menengah," katanya.

Kota Pagar Alam pun menjadi salah satu daya tarik wisata di Provinsi Sumatera Selatan yang menawarkan banyak spot wisata seperti hamparan kebun the, air terjun, wisata olah raga alam dan wisata budaya. Karena itu Pagar Alam haruslah dapat mengolah dan memanfaatkan sumber daya itu agar pembangunan dibidang pariwisata dapat tetap menjaga keasrian serta mampu mendorong ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni berharap kunjungan kerja ke Bukittinggi dapat memperoleh ilmu dan pengalaman yang dapat diaplikasikan nanti di Pagar Alam. Karena ia menilai sistem pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Kota Bukittinggi ini sangat cocok diterapkan di Kota Pagar Alam.

Sementara itu, Wali kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan Bukittinggi dengan luas hanya 25 km persegi, PAD utamanya dari pariwisata. Kondisi saat ini Bukittinggi masih kekurangan kamar hotel untuk menampung tamu yang datang berkunjung. 

"Bukittinggi merupakan kota dengan pasar terbanyak di Sumbar dan juga ada terminal yang mendukung perkembangan pasar," ujarnya.

Ramlan melanjutkan, beberapa tahun belakang, Bukittinggi sedang berbenah, terutama dalam segi fisik. Setelah pasa ateh terbakar akhir tahun 2017, tahun 2020 ini pasa ateh telah bisa difungsikan. Lebih kurang 20 gedung sekolah telah dibangun dan direhab. Termasuk penataan trotoar, jalan dan taman yang mempercantik kota. Rumah sakit daerah pun sedang dikejar pembangunannya.

Menurut Wako Ramlan, kunci utama terlaksananya pembangunan kota, berada digerak kegiatan SKPD. Kepala Daerah dengan visi dan misinya diterjemahkan oleh SKPD masing-masing dan dijalankan dengan program-program yang langsung dinikmati masyarakat. 

"Pasar juga menjadi daya tarik pariwisata, karena dengan adanya pasar di Bukittinggi, masyarakat sekitar Bukittinggi akan berusaha, berdagang dan berbelanja di Bukittinggi," jelasnya.

(deb)


Berita Terkait

Baca Juga