Lampung Barat Dorong Sertifikasi Keaslian Kopi Luwak

Liwa – Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri
menyatakan pemerintah kabupaten setempat berencana membangun gedung uji
kualitas untuk memberikan sertifikasi kopi luwak, agar dapat menjamin
kualitas kopi luwak yang diharapkan bisa mengangkat kesejahteraan petani
setempat. “Sertifikat keaslian kopi luwak memegang peranan
penting dalam meningkatkan daya jual kopi luwak Lampung Barat ke depan,”
ujar Bupati Mukhlis, di Liwa, Lampung Barat, Selasa (11/11/2014).

Ketua
DPC PDI Perjuangan setempat itu berharap, upaya itu dapat mendorong
produk kopi luwak tersebut bisa menembus pasar di hotel-hotel
berbintang. Untuk menembus pangsa pasar yang lebih luas,
apalagi di hotel-hotel berbintang, sangat diperlukan sertifikat keaslian
kopi luwak agar nantinya mampu bersaing dengan pengusaha-pengusaha kopi
luwak lainnya. “Kita ketahui bersama kopi luwak memiliki
kenikmatan cita rasa khas kopi Indonesia yang telah menjadi legenda bagi
pecinta kopi lokal maupun internasional. Cita rasa dan aroma yang khas,
membuat kopi ini berbeda dari kopi lainnya dan menjadikannya termahal
di dunia,” ujarnya.

Hal ini merupakan kebanggaan yang harus ditingkatkan lagi agar kopi luwak ini lebih mendunia, tambahnya. Selain berencana membangun gedung uji kualitas untuk sertifikasi
kopi luwak itu, Bupati juga mewacanakan nantinya akan dibangun Kampung
Luwak. Keinginan itu, diutarakan Bupati Mukhlis Basri saat
melakukan kunjungan ke Rumah Produksi Kopi Ratu Luwak di Jalan Radin
Inten Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit.

“Saya
menginginkan agar nantinya para wisatawan baik domestik maupun
mancanegara ketika memasuki kawasan Kota Liwa akan bisa merasakan
keberadaan Kampung Luwak ini. ” Karena itu, memasuki Kota Liwa nantinya
akan dibangun tugu luwak, sedangkan tepat di depan Gang Pekonan ini akan
dibangun gapura yang menunjukkan bahwa di sini adalah pusat kopi luwak
yang berdekatan dengan industrinya.

Pemilik Rumah Produksi
Kopi Ratu Luwak, Safri mengatakan, tahun ini telah memproduksi delapan
ton biji mentah kopi luwak dan 80 persen atau sekitar enam ton di
antaranya telah dipasarkan ke Jakarta. Selain itu pihaknya telah menjalin kerja sama dengan petani kopi
luwak sebanyak 20 petani kopi luwak di Lampung Barat, salah satunya di
Sumberjaya. Dalam menjalankan usahanya, ayah dua anak ini
memiliki 14 karyawan, namun berbagai kendala masih dihadapinya terutama
terkait modal dan pemasarannya. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

one + 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password