Hindari Penyebaran Covid-19, Mamak Basa Nan Barampek Lakukan Batagak Penghulu di Luar Daerah

Covesia.com – Ninik Mamak Basa Nan Barampek Nagari Bawan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan ‘Batagak Penghulu’ di luar daerah, pasalnya keputusan itu diambil untuk membatasi jumlah masyarakat yang hadir di kegiatan itu dimasa pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan yang diadakan di Rumah Gadang Rajo Bujang Mifan, Padang Panjang, pada Rabu (25/11/2020) malam itu, tiga orang Datuak sekaligus diberikan gelarnya, yaitu M. Hasyim Dt Magkhudum, Imwarizal, Dt. Tanmajo Lelo dan Egi Marsyaf Putra, Dt. Jelo Tanjuang.

Pucuk Adat Basa Nan Barampek Nagari Bawan, Sy. Dt. Tanmajo Lelo mengatakan, pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan itu diluar daerah untuk menghindari adanya klaster baru Covid-19 dengan banyak orang yang hadir.

“Kalau acara Batagak Penghulu ini kami adakan dikampung, kami yakin antusias masyarakat tidak akan terbendung, bisa jadi ratusan orang yang akan datang, tentu itu akan menyalahi aturan pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan,” sebut Sy. Dt. Tanmajo Lelo.

Sy. Dt. Tanmajo Lelo menyebutkan, tidak ingin kemanakanya yang hadir dalam kegiatan itu bisa terpapar Covid-19. Sebab tidak bisa menerapkan pembatasan sosial jika acaranya di Nagari Bawan, Kabupaten Agam dilaksanakan.

“Kalau di sini kami bisa batasi yang hadir, jadi tidak menyalahi aturan dari pemerintah,” katanya.

Sy. Dt Tanmajo Lelo menyampaikan penghulu atau Datuak ini adalah panutan dari kemanakannya, untuk itu pihaknya harus memberikan contoh yang baik kepada mayarakat.

“Salah satu peran penting dari penghulu itu adalah memelihara kaum, dan nagari. Untuk itu kami sebagai ninik mamak berkewajiban menjaga keselamatan cucu kemanakan kami,” ucapnya.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan pesan kepada tiga orang Datuk yang batu saja dilewakan galanya itu agar tetap menjalankan tugasnya sebagaimana aturan adat yang ada didaerah itu.

“Semoga dengan adanya pengangkatan penghulu ini, bisa kembali meningkatkan peranan ninik mamak dalam mengayomi kemanakannya,” katanya.

Sementara itu, Parikpaga Nagari Bawan, Herman mengampresiasi langkah yang diambil oleh ninik mamaknya untuk melaksakan kegiatan ini di luar daerah demi menjaga kesehatan kemanakannya.

“Kami atas nama Parik Paga Nagari Bawan mengucapkan terimakasih atas kebijaksanaan yang diambil oleh ninik mamak ini dalam menjaga kemanakannya,” jelasnya. 

Sebelum ini kata Herman, pihaknya juga mencari informasi apakah kegiatan batagak penghulu dilakukan di luar daerah ini menyalahi aturan adat atau tidak. Ternyata tidak, dengan demikian kegiatan ini tidak melanggar adat dan tidak melanggar juga aturan dari pemerintah.

“Setelah kami cari tahu, ternyata kegiatan yang dilaksanakan di luar daerah ini tidak menyalahi aturan adat, juga tidak menyalahi aturan di pemerintahan dalam penerapan protokol Covid-19,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengajak kepada seluruh parik paga nagari Bawan untuk bersatu dan menjaga nagari, baik itu untuk segi kesehatan atau segi lainya di Nagari Bawan.

Kegiatan itu, juga dihadiri ninik mamak salapan Tapian Kandis, karena sesuai dengan warih nan dipacik oleh ninik mamak nan salapan di Tapian Kandis itu berbatasan dengan ulayat ninik mamak basa nan barampek nagari Bawan.

(per)

0 Comments

Leave a Comment

13 + 13 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password