MUI Sumbar Ajak Masyarakat Tanggulangi Covid-19 dengan Usaha Lahiriah dan Batiniah

Covesia.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat, Gusrizal Gazahar mengajak Masyarakat untuk menanggulangi wabah Covid-19 tidak hanya dengan usaha lahiriah saja tapi batiniah juga. 

“Sebagai kaum muslimin kita tentu paham usaha menanggulangi wabah ini bisa dilakukan dengan dua usaha. Usaha lahiriah atau secara medis dan usaha batiniah dengan mendekatkan diri kepada Allah agar mengangkat penyakit ini,” ungkapnya, Selasa (13/4/2021). 

Kehadiran bulan Ramadhan kata Gurizal dijanjikan Allah dibukakan pintu taubat dan pintu ijabah seluasluasnya. Maka tak salah jika bulan ini dijadikan sebagai bulan meningkatkan amal dan bermunajat kepada Allah.

MUI Sumbar telah membuat maklumat dan tausiah kepada umat. “Ada 6 maklumat dan 6 tausiah,” ujarnya. 

Maklumat pertama, bahwa kaum muslimin tetap wajib menjalankan puasa Ramadan walaupun dalam kondisi wabah covid-19. Hal tersebut selama tidak mengalami uzur syar’i yang membolehkan dengan kewajiban mengkada di luar Ramadhan. Kemudian uzur syar’i yang membolehkan kita tidak puasa dengan membayar fidyah.

“Jadi situasi dan kondisi covid-19 tidak menjadi halangan berpuasa,” jelasnya. 

Kedua, pelaksanaan qiyamu ramadhan seperti tarawih, witir, dan ubudiah lainnya dapat dilakukan di Mesjid, mushala dan surau dengan protokol covid-19.

Tiga, setiap salat jamaah, atau berhimpun masyarakat harus menjaga protokol kesehatan dengan menjaga jarak.  “Itu termasuk di dalam mesjid, kecuali ketika menunaikan salat berjamaah dimana kaum muslimin disuruh merapatkan shaf dan dibolehkan memakai masker,” katanya. 

Empat, bagi jamaah yang sakit demam dan ada implikasi covid-19 diharapkan tidak beribadah di masjid agar yang lain tidak tertular.

Kelima, mengingat ada KIPI ada yang lemah setelah itu, sebaiknya vaksinasi dilakukan di luar puasa Ramadan. “Sebab vaksin adalah anjuran dan puasa adalah kewajiban,” imbuhnya. 

Ke enam, sudah sepatutnya memperbanyak doa agar terangkat bala di negeri kita di waktu mustajab seperti di bulan ramadhan.

Kemudian, tausiah himbauan dan anjuran. Pertama, mendorong umat meningkatkan iman dan ibadah. Jangan berkerumun dan berhimpun seperti balimau.

“Memaksimalkan shiam dan qiyam ramadhan. Menyarankan dai untuk mempertimbangan pesan dakwah dalam waktu yang efektif. Mengajak umat islam meningkatkan ukhuwah islamiah. Saling menjaga ketertiban,” jelasnya. 

Tak hanya itu, juga mengajak umat islam amar maruf nahi mungkar. MUI menuliskan secara eksplisit tidak hanya menanggulangi pandemi hanya dengan medis saja tapi juga meminimalisir perbuatan maksiat.

“Semoga pintu taubat terbuka, kita dekatkan diri kita kepada Allah. Kita melakukan usaha di bumi dan bermunajat kepada Allah, semoga ini Ramadan terakhir di masa pandemi,” harapnya.

(ila/nod)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password