48 Siswa Diterima di PTN, Kepsek SMA Semen Padang: Lulusan Kami Paling Banyak Diterima

48 Siswa Diterima di PTN Kepsek SMA Semen Padang Lulusan Kami Paling Banyak Diterima

Covesia.com - Kepala Sekolah SMA Semen Padang, Mawardi bersyukur karena sekolah yang dinaunginya menjadi sekolah swasta di Kota Padang, Sumatera Barat yang lulusannya paling banyak diterima masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Saya bersyukur dan bangga, karena selama ini SMA Semen Padang hanya masuk 5 besar. Sekarang ini, lulusan SMA Semen Padang yang paling banyak diterima di PTN melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Covesia.com, Sabtu (3/7/2021).

Mawardi merincikan terdapat sebayak 48 siswa yang diterima di PTN dari total 70 siswa lulusan.

"Alhamdulillah, dari 70 orang siswa kami, 48 diantaranya diterima di PTN," terang Mawardi.

"Ini baru jalur undangan, belum jalur lain. Kalau bisa semuanya lanjut kuliah," harap Mawardi.

Selain SMA Semen Padang, prestasi yang tidak jauh berbeda juga diraih oleh SMK Semen Padang. Bahkan pada tahun ini, 1 orang siswa SMK Semen Padang dinyatakan lulus sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) untuk kelas kerja sama antara PNP dan PT Trakindo.

Kepala Sekolah SMK Semen Padang Gusriadi mengatakan, siswa yang lulus di kelas kerja sama itu bernama Yusra Rahman Ade. Dia lulus di program studi D3 Teknik Alat Berat. Setelah tamat PNP, dia langsung bekerja sebagai karyawan di PT Trakindo.

"Peminat untuk masuk kelas kerja sama ini sangat banyak dan seleksi penerimaan tidak PNP saja yang melakukan, tapi juga oleh PT Trakindo. Alhamdulillah, kami bangga dengan Yusra Rahman Ade," kata Gusriadi.

Selain Yusra Rahman Ade, pada tahun ini juga ada 27 orang lulusan SMK Semen Padang diterima kuliah di Perguruan Tinggi Negeri. Dari jumlah tersebut, 9 orang diterima di pelbagai PTN melalui jalur SNMPTN.

"Diantaranya, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Bengkulu, Politeknik Manufaktur Bandung (PMB) dan Politeknik Negeri Padang (PNP)," ujar Gusriadi.

Kemudian untuk jalur SNMPN (PMDK-PN) sebanyak 5 orang, sebut Gusriadi, diterima di PNP. Sedangkan melalui jalur SBMPTN (UTBK) sebanyak 1 orang, dan melalui jalur SBMPN (PMDK-PN) sebanyak 7 orang.

Gusriadi menambahkan, sejak lulusan angkatan pertama, yaitu dari tahun 2001 hingga sekarang ini, lulusan SMK Semen Padang sudah tersebar dipelbagai perusahaan di Indonesia.

Diantaranya, selain banyak diterima bekerja di PT Semen Padang, beberapa alumni juga diterima bekerja di Caterpillar Inc, Portek, Team Metal Indonesia, PLN, PT Semen Padang, Pertamina, dan PT Freeport.

"Kemudian, juga ada yang jadi dosen di Universitas Negeri Jambi, UPI Padang, serta juga banyak menjadi aparat TNI dan Polri," bebernya.

Sementara, Ketua Yayasan Igasar Semen Padang Desramon, mengaku bangga dengan prestasi maupun pencapaian yang diraih oleh SMA Semen Padang dan SMK Semen Padang.

Kata dia, keberhasilan dari sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang ini, tidak terlepas dari kerja keras guru dan yayasan, serta dukungan dari orangtua siswa.

"Terimakasih atas kerja keras guru, karena di tengah pandemi Covid-19 yang membuat segala aktivitas pendidikan dibatasi, SMA dan SMK Semen Padang berhasil meraih capaian terbaik. Semoga ini dapat terus ditingkatkan," katanya.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri.

Oktoweri mengatakan, keberadaan Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi sekolah dari SD hingga SMA/SMK merupakan salah satu bentuk pengabdian perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Bentuk nyata pengabdian PT Semen Padang melalui CSR pendidikannya adalah dengan adanya Yayasan Igasar yang juga membina Sekolah Bustanul Ulum Semen Padang di kawasan Batu Busuk, Pauh Padang, sekolah gratis untuk anak-anak miskin.

"Program pengembangan SDM yang dilakukan oleh PT Semen Padang untuk dunia pendidikan baik dengan bentuk sekolah gratis, beasiswa, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, hingga keagamaan yang berguna untuk menyeimbangkan ilmu dan iman para generasi muda untuk menghadapi era globalisasi seperti saat ini," kata Oktoweri.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga