BI Terus Dorong Penggunaan QRIS di Sumbar

Ilustrasi (dok.ig.bi.sumbar)

Covesia.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) bersama Industri, khususnya Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), berkomitmen untuk terus mendorong perluasan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) dengan target 12 juta merchant di 2021, guna mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal ini juga sejalan dengan upaya BI mendukung program Pemerintah melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (BWI).

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Wahyu Purnama A, menyebutkan perluasan QRIS telah berlangsung di seluruh Indonesia dengan jumlah merchant yang terus meningkat, dari 1,7 juta merchant di 2019 menjadi 5,78 juta merchant di 2020 dan menembus 6 juta merchant di awal 2021. 85% diantaranya adalah UMKM yang tercatat telah menggunakan QRIS yang didukung infrastruktur dari 61 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berizin.

“Di Sumatera Barat sendiri, pada posisi 23 April 2021 tercatat sebanyak 76.859 merchants yang telah menggunakan QRIS. Pencapaian ini tak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak, Pemerintah, Asosiasi, PJSP, otoritas terkait lainnya, dan masyarakat,” ungkap Wahyu, Senin (26/4/2021).

Kemudian kata dia, kolaborasi segitiga (triangle collaboration) yang semakin kuat antara BI, Pemerintah, dan Industri baik di tingkat pusat maupun daerah akan semakin mengakselerasi transformasi digital Indonesia. Melihat laju akseptasi penggunaan QRIS yang terus meningkat, serta kolaborasi berbagai pihak, BI bersama industri bersinergi mendorong perluasan QRIS menuju 12 juta merchant di tahun 2021 ke berbagai komunitas.

“Komitmen tersebut juga dilakukan melalui sejumlah langkah peningkatan/perluasan jaringan dan fasilitasi penggunaan QRIS melalui merchant serta terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan QRIS dan manfaatnya bagi masyarakat,” kata dia.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan, pada masa pandemi Covid-19 ini juga, telah dikembangkan QRIS Tanpa Tatap Muka (QRIS TTM). Masyarakat cukup meminta gambar QRIS dari merchant dan menyimpannya di galeri gawai. Jika ingin bertransaksi, pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran, memilih menu unggah dari galeri pada gawai, pilih gambar QRIS merchant, masukkan nominal dan pastikan nama pedagang telah sesuai, masukkan PIN, dan bayar.

“QRIS TTM dapat digunakan untuk menunjang pembelanjaan secara daring tanpa perlu bertatap muka,” ujarnya.

Lalu QRIS juga telah diterapkan sebagai salah satu metode pembayaran di berbagai sektor, sehingga mendorong efisiensi perekonomian. Manfaat yang diperoleh tidak terbatas untuk transaksi perdagangan ritel di berbagai komunitas baik di pasar tradisional maupun modern dan universitas, namun QRIS juga digunakan untuk e-ticketing pariwisata, pendidikan, pesantren, transaportasi, parkir, e-retribusi Pemda, donasi sosial dan keagamaan.

“Implementasi QRIS yang telah diterapkan di berbagai sektor untuk transaksi pembayaran telah memberikan manfaat guna mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif, dan meningkatkan daya saing industri, termasuk memajukan UMKM. Ke depan, dukungan seluruh pihak termasuk masyarakat akan semakin mempercepat pemulihan ekonomi nasional.” pungkasnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password