Bank Nagari Launching E-Retribusi Pasar dengan Metode QRIS

Bank Nagari Launching E-Retribusi Pasar dengan Metode QRIS, Kamis (29/4/2021)

Covesia.com – Bank Nagari dan Dinas Perdagangan Kota Padang melaunching e-Retribusi Pasar dengan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). 

“Sebelum ini sudah ada e-Retribusi Pasar, namun belum menerapkan QRIS. Sekarang, sistemnya lebih disempurnakan dengan QRIS sehingga semua transaksi langsung tercatat secara digital,” ungkap Direktur Utama Bank Nagari, M Irsyad di kantor pusat Bank Nagari, Padang, Kamis (29/4/2021). 

Irsyad mengatakan sejauh ini Bank Nagari dan Pemko Padang sudah bekerjasama dalam banyak hal seperti penggunaan NCM untuk transaksi pemerintah kota secara non tunai, SP2D online, pajak daerah online, pembayaran PDAM online, E retribusi pasar dan pariwisata (Pantai Air Manis). 

“Sementara di 2021 ini yang diluncurkan adalah kerjasama dalam pembayaran IMB secara non tunai antara Bank Nagari Pasar Raya dengan Dinas PUPR kota padang melalui Nagari Portal Payment. Kedua, kerjasama pembayaran KIR secara non tunai dengan QRIS antara Bank Nagari Pasar Raya melalui layanan QRIS,” jelasnya. 

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Nagari Pasar Raya, Syafrizal mengatakan Bank Nagari adalah milik pemerintah daerah. Kami sangat mendukung semua program-programnya untuk peningkatan PAD salah satunya dengan QRIS ini,”ujarnya.

Lebih lanjut Syafrizal mengatakan bahwa pembayaran dengan QRIS ini memakai sistem online dan seluruh retribusi tersebut akan langsung masuk ke rekening pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar berpendapat pemungutan melalui e-Retribusi Pasar dengan  scan QR code dengan QRIS Bank Nagari ini akan dilakukan secara bertahap.

“Tahap pertama ini ada 1.200 pedagang atau toko di pasar yang menggunakan QRIS untuk pembayaran retribusi pasar dan itu akan dilaksanakan minggu depan,” jelasnya. 

Lebih lanjut Andre mengatakan pihaknya menargetkan 3.000 pedagang pasar bisa dipungut retribusinya melalui QRIS yang bekerja sama dengan pihak Bank Nagari.

“Adapun target retribusi pasar tahun ini yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp4,5 miliar, sementara target retribusi Disdag Padang adalah sebesar Rp15,5 miliar,” imbuhnya. 

Andre menegaskan nantinya tidak ada lagi uang tunai beredar antar pedagang dengan petugas retribusi kami, jadi langsung full ke rekening saja. 

(ila)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password