Kuburan Massal Bayi Zaman Es Ditemukan di Alaska

Alaska – Para arkeolog yang bekerja di
daerah terpencil di pedalaman Alaska telah menemukan situs kuburan
massal bayi dan janin muda dari zaman es, yang diyakini sebagai jasad
termuda yang ditemukan di Amerika pada masa kuno itu. Makam
tersebut yang ditemukan dari penggalian merupakan bayi-bayi dari zaman
es yang diperkirakan berasal dari 11.500 tahun lalu, sehingga memberi
pencerahan baru mengenai cara penguburan orang-orang kuno yang bermukim
di hulu Sungai Matahari.

Kerangka utuh dalam jumlah besar
ditemukan dalam makam dengan terowongan berbentuk melingkar disertai
sejumlah “jimat-jimat” seperti tanduk dan dua proyektil batu yang
semuanya dihias dengan warna merah oker. Temuan dilakukan oleh para peneliti yang dipimpin Ben Potter, seorang arkeolog dari Universitas Alaska, tahun lalu.

Dalam makalah yang disiarkan Senin (10/11/2014), melalui laporan Jurnal Ilmiah
National, tim peneliti mempelajari kerangka dan gigi dari satu bayi yang
meninggal sesaat setelah dilahirkan, sedangkan jasad lain yang
diperiksa adalah janin yang telah cukup umur. Situs itu
merupakan temuan situs termuda dari masa Plesitosen yang pernah
ditemukan di AS dan satu-satunya tempat pemakaman pra-kelahiran dari
masa tersebut.

Dari sepasang jasad yang ditemukan, diyakini
sebagai perempuan, terukubur sedalam 40 cm, tertimbun jasad yang
dikremasi dari seorang anak berumur 3 tahun yang telah ditemukan lebih
dulu oleh tim di situs itu pada 2010. “Dua bayi dikubur
dengan disertai barang-barangg dan satu bayi yang dikremasi, mewakili
pengenalan mengenai jasad manusia di sub-artik Amerika Utara, dan
memberi bukti bahwa masyarakat setempat pada masa itu sudah memiliki
kebiasaan penguburan dengan penghormatan,” tulis para ilmuwan.

Tim yang meliputi pula Joel Irish dari Universitas John Moores,
Liverpool, menyatakan bahwa situs itu memiliki kesamaan dengan cara
pemakaman di daerah lain pada zamannya, termasuk dikelilingi terowongan
melingkar, benda-benda jimat dan warna merah oker.

Para
arkeolog meyakini bahwa proyektil batu yang dilekatkan di atas tanduk
merupakan senjata dan memperlihatkan bahwa unsur perburuan sangat
penting dalam upacara penguburan. Mereka yang mencatat bahwa ikan dan mainan kecil memenuhi situs tersebut. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

nine + eight =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password