Kejahatan Seksual Terhadap Anak Tinggi di Malang

Malang – Bupati Malang, Jawa Timur, Rendra
Kresna, menyatakan tingkat kejahatan seksual terhadap anak-anak di
daerah itu tergolong cukup tinggi, yakni mencapai 69 kasus selama kurun
waktu Januari-Oktober 2014. “Dari 153 pengaduan kasus
kekerasan yang masuk ke Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (P3A) Kabupaten Malang, selama semester pertama 2014
(Januari-Juli), 69 kasus di antaranya adalah kekerasan seksual terhadap
anak,” kata Rendra Kresna di Malang, Kamis (13/11/2014) sebagaimana dilaporkan Antara dilansir covesia.com.

Ia mengakui
tindak kejahatan dan kekerasan seksual terhadap anak ini memang tidak
biasa dihilangkan sama sekali, namun paling tidak bisa diminimalisasi
dengan berbagai program dan kegiatan produktif serta sosialisasi
intensif terkait kejahatan seksual tersebut. Selain
pemerintah, lanjutnya, orang tua, guru di sekolah dan di pesantren,
serta anak-anak bersangkutan juga berperan penting untuk mengupayakan
agar kejahatan seksual terhadap anak ini tidak meluas. Sebab, angka 48
kasus tersebut tergolong tinggi jika diabndingkan dengan jumlah penduduk
Kabupaten Malang yang hampir mencapai tiga juta jiwa itu.

Rendra berharap anak-anak (siswa) berani bilang tidak jika sudah ada
tanda-tanda yang mengarah pada kejahatan seksual. “Komitmen ini harus
dipegang teguh agar mereka tidak sampai menjadi korban kejahatan
seksual, sebab masa depan anak-anak masih sangat panjang dan jangan
sampai ternodai,” ujarnya. Politisi Partai Golkar itu juga
meminta agar para penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan untuk
tidak melepas para pelaku kejahatan seksual anak, bahkan sebisa mungkin
dijerat dengan pasal-pasal yang memberatkan agar para pelaku jera.

Sementara itu Kepala Kantor P3A Kabupaten Malang, Pantjaningsih SR
mengemuakkan anaka-anak yang sering menjadi korban kejahatan seksual
adalah remaja yang masih duduk di bangku SMP. Kematangan jiwa anak-anak
yang masih duduk di bangku SMP ini masih nanggung.

Oleh
karena itu, kata Pantja, saat ini diperlukan sebuah gerakan untuk
memerangi kejahatan seksual terhadap anak tersebut dengan melakukan
tindakan preventif. AKan tetapi, dengan luas wilayah Kabupaten Malang
dan jumlah penduduk yang besar diperlukan peranan semua elemen
masyarakat karena pemerintah tidak mungkin melakukannya sendiri tanpa
peran serta masyarakat luas.

Pada tahun
2013, pengaduan kasus kekerasan pada anak yang masuk ke Kantor P3A
sebanyak 234 kasus dan 112 diantaranya merupakan kasus pelecehan
seksual. Data pengaduan tersebut dihimpun dari berbagai lapisan
masyarakat maupun lembaga, seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak
(UUPA) Polres Malang, LSM serta Kantor P3A Kabupaten Malang.(ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen + thirteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password