7 Lokalisasi di Malang Ditutup 24 November

Malang – Penutupan tujuh lokalisasi secara
serentak di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilakukan tanggal 24 November 2014. Jadual ini maju dari jadual sebelumnya yang akan dilakukan 24 November 2014.

Kabag Kesra Pemkab Malang, Taufik Hidayat, Rabu (19/11/2014), mengemukakan penutupan
ketujuh lokalisasi itu dimajukan lagi sehari menjadi 24 November. “Kami terpaksa memajukan satu hari untuk menutup ketujuh lokalisasi
itu karena Pak Bupati (Rendra Kresna) ada acara Bina Desa di Kecamatan
Sumbermanjing Wetan pada 24-25 November 2014,” katanya, sebagaimana dilaporkan Antara, dilansir covesia.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan penutupan ketujuh lokalisasi itu akan
dipusatkan di Lokalisasi Girun, Gondanglegi, Senin (24/11/2014) pagi oleh
Bupati Malang yang didampingi Kapolres dan Dandim Kabupaten Malang.

Taufik menjelaskan, para pekerja seks komersial (PSK) yang telah
mengikuti pelatihan keterampilan sebagai bekal setelah tidak lagi
menjadi PSK akan diberi sertifikat serta bantuan peralatan kerja dari
Pemkab Malang. Selain itu, juga diberikan kartu cerdas untuk memantau
kesehatan mereka.
Jika setelah penutupan dan ternyata masih
ada PSK yang secara diam-diam tetap beroperasi, tegasnya, menjadi
tanggung jawab Muspika untuk melakukan penertiban. Oleh karena itu,
lokalisasi yang sudah ditutup itu segera dialihfungsikan agar tidak
tetap buka secara ilegal.

Tujuh lokalisasi yang bakal ditutup Bupati Malang Rendra Kresna
tersebut adalah lokalisasi Suko di Kecamatan Sumberpucung, Slorok di
Kecamatan Kromengan, Kebobang di Kecamatan Wonosari, Girun di Kecamatan
Gondanglegi, Kalikudu di Kecamatan Pujon, Embong Miring di Kecamatan
Ngantang, serta lokalisasi Sendangbiru di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

eighteen − eight =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password