Rusunawa Padang Dihuni Orang-Orang ‘Misterius’

Covesia.com – Gonjang – ganjing Rusunawa (Rumah Susun Sewa) yang terletak di Jalan Purus, Padang, Sumatera Barat yang semula penempatannya untuk warga miskin setempat, saat ini telah bergeser dan beralih fungsi dalam pemakaiannya.

Semula rusunawa yang anggaran pembangunannya sebesar Rp25,8 miliar dan dapat menampung sebanyak 198 Kepala Keluarga (KK) dengan dua blok kembar type 24 ini, diberikan untuk warga yang tinggal di kawasan Purus.

Namun sekarang penghuninya telah beragam, ada banyak orang baru yang tinggal dikawasan itu.

Padahal peruntukan awalnya hanya bagi warga yang perekonomiannya lemah, pasca peristiwa gempa 2009.

Karena saat itu banyak rumah warga yang tinggal dikawasan ini yang mengalami kerusakan parah, rata-rata mereka yang didata adalah warga yang tidak mampu.

Sedangkan rusunawa itu sendiri di desain memiliki 5 lantai dan 2 Gedung yakni blok A dan blok B, serta lapangan parkir yang luas. dengan jumlah kamarnya sebanyak 196 kamar.

Setelah peresmian rusunawa pada 24 April 2013, oleh Mentri Pekerjaan Umum dan Walikota Padang, Fauzi Bahar, Rusunawa ini semula dihuni oleh warga yang berhak menempatinya saja, yaitu warga Purus, Padang, Kecamatan Padang Barat, Sumatera Barat.

Pada mulanya, harga sewa untuk rusunawa ini beragam dan bisa dikatakan murah meriah dan terjangkau. Berikut rincian sewanya, untuk lantai lima sewanya Rp 245 ribu, lantai empat Rp 260 ribu, lantai tiga Rp 275 ribu, lantai dua Rp 290 ribu, dan lantai satu Rp 325 ribu.

Namun, akhir-akhir ini Rusunawa tersebut sepertinya telah beralih fungsi dari fungsi yang sebenarnya. Rusunawa ini telah diperjual belikan. Warga yang telah mendapatkan jatah sesuai Perjanjian Pemerintah Kota Padang, kini telah meninggalkan rumah tersebut.

Warga yang seharusnya menyewa kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan, namun pada saat ini malah disewakan kepada peminat secara bulanan. Harganya pun melambung tinggi, hinga mencapai Rp 1 juta perbulannya.

“Saya heran, kenapa para penyewa atau tangan ketiga mau saja dengan perjanjian harga yang sangat tidak pantas itu,” ungkap Doni (35), salah seorang warga Purus. Si penyewa di sini, yaitu masyarakat setempat justru tidak mengambil jatah rusunawa yang dijatahkan untuknya.

Karena dari pengakuan mereka, ada yang merasa mampu untuk membeli rumah sendiri, ada juga yang mengatakan malas tinggal dikawasan itu, ada juga yang mengatakan karena fasilitas airnya yang tidak lancar lah yang membuat mereka pindah.

Saat ini, pihak ketiga yang menyewa Rusunawa tersebut terdiri dari kalangan menengah atas. Buktinya di lapangan parkir, saban hari juga terlihat mobil-mobil bagus dan puluhan motor yang parkir tanpa diketahui siapa pemiliknya, ungkap doni.

Doni juga menyebutkan, ini suatu bukti Pemerintah Kota Padang masih belum memperhatikan masyarakat yang tingkat perekonomiannya tergolong lemah secara optimal. Seolah mereka hanya mementingkan proyek pembangunannya saja, tanpa memikirkan nasib penghuninya, tandas Doni. (job)

0 Comments

Leave a Comment

6 + eleven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password