The Washington Post Sorot Kasus Tes Keperawanan Polri

Padang – Kasus tes keperawanan yang dilakukan untuk calon polisi wanita di Indonesia, mendapat sorotan surat kabar terkemua Dunia The Washington Post. Dalam situs resmi The Washington Post , washingtonpost.com, sorotan atas kasus ini diangkat dalam tag, morning mix dengan judul berita: “Why Indonesia forces female cops to undergo a ‘two-finger test’ to prove their virginity.” Liputan ini ditayangkan washingtonpost.com, pada hari Rabu, 19 November 2014 lalu.

Liputan ini keluar karena kasus ini mendapat perhatian Komisi Hak-Hak Asasi Manusis PBB (Human Rights Watch). Sebenarnya, kasus ini sudah lama dihebohkan, sejak tahun 2011 lalu. Tapi baru sekarang dimuat di media asing, lantaran karena mendapat perhatian dari Human Rights Watch.

Di Indonesia, kasus ini juga mendapat tanggapan serius. Pemerhati masalah sosial di Makassar, Hurriah AH, MSi mengatakan, tes keperawanan di lingkup Polri merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Tindakan yang dilakukan jajaran Polri ini dapat dikategorikan sebagai perilaku yang kejam, karena melukai rasa kemanusiaan, merendahkan martabat perempuan dan diskriminatif terhadap perempuan yang merupakan calon Polwan,” kata Hurriah di Makassar, sebagaimana dilasir covesia, Minggu (23/11/2014).

Dalam laporan hasil penelitian Human Rights dilansir bahwa perempuan merasa tidak nyaman, ketakutan dan trauma bahkan ada yang pingsan ketika menjalani tes keperawanan tersebut.

Menurut kandidat doktor Universitas Teknologi Malaysia ini, kebijakan dan praktek tes keperawanan itu, apalagi dilakukan oleh pejabat publik seperti kepolisian merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia baik yang termuat dalam konvensi-konvensi Internasional, khususnya Konvensi Anti Penyiksaan.

Selain itu, juga telah melanggar Konvensi Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan yang prinsip-prinsipnya sudah termuat dalam UUD 1945 pasal 28 ayat (1) dan (2).

“Dan juga melanggar undang-undang organik lainnya khususnya melanggar Pasal 21 UU nomor 39 tahun 1999 tentang HAM,” katanya. (cal)

0 Comments

Leave a Comment

fourteen + five =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password