Selain Jakarta, Pulau Jawa Dan Sumatera Juga Berpotensi Banjir di Tahun 2015

Jakarta – Memasuki awal tahun 2015 nanti terdapat sejumlah daerah yang rawan banjir. Selain di Jakarta, juga ada beberapa daerah lainnya yang memiliki potensi seperti pulau Sumatera dan Jawa.

Menurut informasi yang diterima covesia dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan daerah yang rawan banjir berdekatan dengan sungai. Wilayah Sumatera, daerah rawan banjir terdapat di Kota Medan, Riau, dan Bengkulu.

“Pertama kota Medan, kedua wilayah Riau itu sepanjang Sungai Siak, Kampar, Rokan. Wilayah Jambi di Sungai Batanghari,” ujarnya.

Adapun untuk wilayah Jawa daerah yang menjadi rawan banjir adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menurut Sutopo, kalau BNPB memprediksi puncak banjir di daerah Jawa dan Sumatera ini terjadi pada Januari 2015.

“Jakarta itu Sungai Ciliwung dan Pesangrahan, dan Angke. Di Banten itu sekitar Sungai Ciujung, Ciliman, Cidurian, dan Cisadane. Jawa barat sungai Citarum, Cimanuk. Sedangkan Jawa Tengah itu sungai Comal, Pamalih, Jeragung, Serayu, Bogowonto, dan Bengawan Solo. Kalau Jawa ada di Sungai Bengawan Solo dan Duduk Sampeyan,” katanya.

Selain banjir, potensi bencana longsor kemungkinan besar terjadi pada awal tahun ini. Sekedar informasi, BNPB mencatat mulai 1 Januari 2014 hingga hari ini telah terjadi 1136 bencana puting beliung, longsor, dan banjir.

“Di mana dampaknya 355 orang tewas, lebih 1,7 juta jiwa menderita dan lebih dari 25 ribu rumah rusak. Longsor menjadi bencana yang paling mematikan pada periode 2014 ini,” katanya.

“Bencana longsor itu skalanya kecil tapi mematikan. Banyak kejadian di periode 2014 ini. Daerah yang terancam itu di Bukit Barisan dari Aceh, Sumatera Utara, Barat, Bengkulu. Ada Jawa bagian tengah, dan Selatan yang merupakan bagian perbukitan. NTT juga berpotensi,” ujar Sutopo menambahkan.

Sementara, terdapat beberapa daerah yang perlu mendapat perhatian khusus terkait ancaman bencana lahar dingin. Sejumlah daerah itu antara lain masyarakat yang tinggal berdekatan dengan Gunung Sinabung di Sumatara Utara, Gunung Merapi di Yogyakarta, Gunung Semeru dan Gunung Kelud di Jawa Timur.

“Ada juga Gunung Rokatenda di NTT, Gunung Lokon di Sulut, Gunung Gamalama di Maluku Utara. Karena terdapat material-material hasil erupsi yang ada di atas gunung, ketika terjadi curah hujan berpotensi meluncur jadi lahar dingin. Apalagi yang di Sinabung yang terus masih mengeluarkan erupsi,” pungkasnya.(jmb)

0 Comments

Leave a Comment

9 − nine =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password