- Advertisement -
HomeWarna WarniDor! Edi Palembang, DPO Polda Riau Tersungkur

Dor! Edi Palembang, DPO Polda Riau Tersungkur

- Advertisement -

covesia.com – Sempat buron dan menjadi incaran petugas, akhirnya, Edi Palembang Daftar Pencarian Orang (DPO) dilumpuhkan dengan timah panas aparat gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru serta tim Unit Jatanras Polda Metro Jaya dikawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Akrardinata alias Dina alias Edi Palembang yang telah lama buron ini, sebelumnya dikenal sebagai seorang gembong perampok yang tidak pernah berbasa basi terhadap para korbannya.

Namun dia berhasil dikepung petugas gabungan kepolisian Riau, Senin (1/11/2014) sekitar pukul 04.00 Wib dinihari. Ia pun tewas ditembak aparat kepolisian.

Selain Edi, aparat kepolisian juga mengincar adik dari pria asal Solok, Sumatera Barat, tersebut.

“Adiknya ini berstatus DPO di Polda Jambi dan Sumbar,” kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiyawan di Rumah Sakit Polri, Jl Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (1/12/2014).

Kepolisian mencatat, setidaknya adik kandung Edi Palembang tersebut melakukan aksi bersama sang kakak di beberapa wilayah di Sumatera. “Di Sumatera Barat, dia melakukan aksi perampokan sebanyak dua kali, di Jambi satu kali, setelah itu beraksi di Pekanbaru kemudian dia menghilang,” ungkap Hariwiyawan.

Edi Palembang, menurut Hariyawan, tidak bekerja seorang diri dalam setiap aksi kejahatan yang dilakukannya. Dengan kawan-kawannya, Edi bergerombolan untuk merampok, salah satu kadernya dalam melakukan kejahatan adalah sang adik.

“Mereka DPO, dan kami meminta mereka untuk menyerahkan diri,” imbau Kasat Reskrim ini.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Polda Riau, AKBP, Hendri Posma Lubis berharap, adik Edi Palembang mau menyerahkan diri secara sukarela. Dia berharap pihaknya tidak mengambil langkah seperti yang dialami Edi Palembang.

“Tentu kita akan menghormati dia jika menyerahkan diri, cukup dengan Edi saja,” ancam Hendri.

Seperti diberitakan banyak media sosok Edi dikenal lihai dalam beraksi. Setiap kali digerebek petugas, dia selalu berhasil meloloskan diri.

Gembong perampok ini akhirnya takluk dalam kepungan 25 personel polisi. Sementara itu, pada awal Nopember 2014 lalu, Edi juga diindikasikan kuat menjadi pembunuh Brigadir Harianto Bahari, anggota Polsek Senapelan, Pekanbaru. Anggota reskrim unit buser itu tewas ditembak Edi Palembang saat dilakukan penyergapan pada Minggu (9/11/2014).

Nama Edi Palembang konon juga sangat tersohor di kampung halamannya. Dia tak ubahnya seperti ‘Robin Hood’. Edi konon dikenal suka membantu orang susah, menyumbang biaya bangunan sekolah.

Hanya saja, jika ‘Robin Hood’ harta yang dibagikan merupakan rampasan dari pemerintahan yang zalim, Edi Palembang harta hasil rampokan dari masyarakat di luar kampungnya.

Namun orang-orang di kampung halamannya tidak mengetahui apa sebenarnya pekerjaan Edi Palembang selama ini, karena ia jarang berada dikampung halaman.

Konon kabarnya, Edi juga disebut-sebut memiliki ilmu hitam. Beberapa kali Edi bisa lolos dari sergapan polisi di Sumbar, dan Riau. Terakhir Edi bisa keluar dengan mudahnya dari LP di Jambi.

Subuh tadi (1/12/2014) sekitar pukul 04.00 WIB, adalah akhir pelarian Edi. Dia berhasil dibekuk di Kembangan, Jakarta Barat.

Penyergapan ini dibantu tim Unit Jatanras Polda Metro Jaya. Saat digerebek pelaku berusaha mengambil senjatanya. Berkaca pengalaman sebelumnya, dimana tersangka selalu melakukan penembakan terlebih dahulu, petugas Kepolisian berinisiatif melakukan penembakan, yang akhirnya membuat DPO Edi Palembang tewas tersungkur oleh timah panas pada pagi itu.(jmb)

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 5 =