Kreatif, Limbah Batubara Diolah Jadi Souvenir

Covesia.com – Siapa yang tak mengenal Kota Sawahlunto? Sebuah kota yang dikenal banyak orang sebagai daerah penghasil Batubara. Salah satu manfaat dari batubara ini dapat dipergunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit tenaga listrik.

Tapi siapa yang dapat menyangka bahwa limbah abu hasil pengolahan batubara itu ternyata dapat dimanfaatkan sehingga menghasilkan sebuah produk. Inovasi pengolahan limbah abu batubara ini pertama kali dikelola oleh seorang anak muda Kota Sawahlunto pada tahun 2012.

Abu batubara ini diolah sehingga menghasilkan benda benda antik seperti lampion, frame, ornamen dinding, batu lukis, plakat dan souvenir lainnya.

“Ya saya ingin bereksperimen untuk mengolah limbah abu tersebut menjadi souvenir. Abu batubara itu dicampur dengan beberapa bahan kimia dengan lama pembuatan 1 – 7 hari. Hasilnya dijual dengan harga Rp.2500 sampai 12 juta,” kata Roby Rimeldo (26), pengusaha pengrajin abu batubara sekaligus Owner dan Direktur.

Roby menjelaskan motifasi lain dalam menghasilkan produk ini adalah GO GREEN. Dia berharap usaha ini akan terus berkembang dan menjadi perusahaan besar nantinya agar dapat menampung ratusan tenaga kerja.

Selain itu, juga dapat memberdayakan generasi penerus bangsa dalam proses produk dikemudian hari dengan orientasi produk yang ramah lingkungan dan menembus pasar nasional dan internasional. (fda/bim)

0 Comments

Leave a Comment

15 + sixteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password