Gawat! 16 Orang di Garut Tewas, Usai Konsumsi Miras Oplosan

Covesia.com – Akibat meminum-minuman keras (miras) oplosan, 16 orang di Kabupaten Garut, Jawa Barat tewas. Jumlah keseluruhan korban minuman keras oplosan di Garut bertambah menjadi 20 orang.

Dari jumlah itu korban tewas tercatat bertambah dari 9 orang menjadi 16 orang yang terdata di RSU Dokter Slamet, Garut, sampai Kamis (4/12/2014) malam.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Humas RSU Dokter Slamet, Ade Sunarya menurutnya, korban tewas akibat keracunan minuman keras oplosan sampai malam ini menjadi 16 orang yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, katanya.

Disebutkan juga, para korban datang ke rumah sakit tidak sekaligus. Sebagian dari mereka dalam keadaan kritis saat dibawa ke RSUD. Para korban mengeluhkan hal sama karena sebelumnya telah menenggak minuman keras oplosan yang beredar di kota dodol tersebut.

“Sekarang tercatat korban tewas akibat dugaan keracunan minuman keras oplosan menjadi 16 orang. Ini yang tercatat di rumah sakit, tidak tahu kalau korban sama di luar yang tidak dirawat di rumah sakit, katanya sih masih banyak,” jelas Ade, Kamis malam.

Berdasarkan informasi yang ada, terdapat beberapa korban tewas lainnya yang tidak dibawa ke rumah sakit. Beberapa di antaranya bernama Deden yang diketahui tewas bersama adiknya karena miras oplosan.

Keduanya tak sempat dibawa ke rumah sakit.

“Katanya korban tewas akibat miras ini yang tidak dibawa ke rumah sakit,” jelas Anang, salah seorang keluarga korban miras.

Disebutkan juga, sembilan orang pemuda asal Garut diketahui tewas setelah menenggak minuman keras oplosan. Selain para korban tewas, dua orang rekan mereka masih dirawat di rumah sakit dengan kondisi kritis sampai Rabu (3/12/2014) sore.

Nama-nama korban tewas antara lain Dani, Sobar, Sudar, Erwan, Budiman, mereka asal dari Kecamatan Garut Kota. Lalu Andri dan Asep, keduanya warga Tarogong Kidul. Kemudian Yayan dan Ripal dari Kecamatan Bayongbong.

Sedangkan saat ini, dua orang dalam kondisi kritis yang masih dirawat di RSU Dokter Slamet adalah kakak beradik, Romi dan Roni, warga Kecamatan Garut Kota. Para korban tewas dan kritis akibat miras oplosan ini berusia dari 15 sampai 22 tahun.

Pihak berwenang hingga saat ini, masih mencari tempat penjual minuman oplosan itu.(ant/jmb)

0 Comments

Leave a Comment

9 − 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password