MenPAN-RB Diminta Perhatikan Nasib Bidan PTT

Covesia.com – Forum Komunikasi Bidan Pegawai Tidak Tetap Indonesia (FK Bidan PTT) meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yuddy Chrisnandi, untuk memperhatikan nasib 41.237 bidan PTT yang telah mengabdi ke masyarakat.

“Mereka tersebar di pelosok desa di Indonesia, dan sudah lama mengabdi untuk memberikan pelayanan kesehatan. Karenanya, sudah semestinya kami diangkat menjadi CPNS,” ujar koordinator FK Bidan PTT, Imas Kurniasari di Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Sebelumnya, MenPAN-RB, Yuddy Chrisnandi mengakui masih kekurangan guru dan tenaga medis, seperti dokter, perawat, bidan dan tenaga medis kesehatan lingkungan di tanah air. Karenanya, Pemerintah tidak akan menerapkan moratorium untuk tenaga guru dan medis.

Menanggapi kebijakan MenPAN-RB, Imas berharap agar Pemerintah mempertimbangkan nasib 41.237 bidan PTT untuk diprioritaskan menjadi CPNS.

“Data kami menyebutkan, sebaran bidan PTT meliputi, di Jawa Barat 3.955, Jawa Tengah 5.123, Banten 4.159, Jawa Timur 7.220, Sumatera Barat 4.569, Aceh 2.368, DI Yogyakarta 276, Sumatera Utara 5.155, Lampung 4.279, Bangka Belitung 376, Bengkulu 827, Sulawesi Barat 571, Sulawesi Tengah 463, NTB 453, Bali 422, Pekanbaru 251, Kepulauan Riau 281, dan Jambi 489,” ungkapnya.

Imas juga mengeluhkan keberadaan Permenkes No 7/2013 tentang Pedoman Pengangkatan Dokter dan Bidan Pegawai Tidak Tetap. Dalam Permenkes itu, disebutkan masa bakti bidan PTT adalah 3 tahun, dengan maksimal perpanjangan 2 kali.

Totalnya, bidan PTT hanya boleh bertugas selama 9 tahun. “Permenkes itu yang membuat tidak adanya kejelasan status Bidan setelah bertugas selama 9 tahun,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah pusat dapat pertimbangan hal tersebut dan mengangkat mereka menjadi CPNS. “Kami gantungkan nasib 41.237 pada pak Yuddy,” tukas Imas.

(gus/lif)

0 Comments

Leave a Comment

nineteen + fifteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password