Ini Dia Profil 2 Calon Hakim Mahkamah Konstitusi

Covesia.com – Panitia Seleksi (Pansel) Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang diketuai Prof Saldi Isra telah mengajukan dua nama calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin(5/1/2015).

Dua nama tersebut adalah I Dewa Gede Palguna dan Yuliandri. Berikut profil Kedua Calon MK tersebut.

I Dewa Gede Palguna

Pria kelahiran Bangli, Bali 53 tahun silam ini dikenal aktif dalam bidang akademis dan hukum. Keaktifannya dibidang hukum ini dimulai setelah dia menyelsaikan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Udayana pada tahun 1987 dan Magister Universitas Padjajaran dalam Bidang Kajian Hukum Internasional tahun 1994.

“Mungkin benar bahwa tanpa demokrasi dan rule of law suatu bangsa bisa menikmati kemakmuran, tetapi adalah juga benar bahwa tanpa demokrasi dan rule of law suatu bangsa sudah pasti tidak menikmati keadilan,” begitu komitmen dirinya yang dikutipmahkamahkonstitusi.go.id.

Sebelum menjabat sebagai Hakim Konstitusi RI (2003-2008), Palguna mengabdi pada dunia akademis sebagai dosen di FH Universitas Udayana (sejak tahun 1988), Dosen Luar Biasa pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra, Denpasar (1987-1988), Co-Lecturer pada Summer Law Programme kerjasama antara FH Univ. Udayana dengan School of Law University of San Fransisco, California, Udayana AS (1995 dan 1997).

Selain sebagai akademisi, pria yang telah dikaruniai 2 orang putri dan seorang putra ini juga merambah ke dunia kenegaraan sebagai anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Daerah Tingkat I Bali (1999), Anggota MPR RI dari unsur Utusan Daerah Provinsi Bali (periode 1999-2004).

Prof.DR.Yuliandri, SH, MH

Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) priode 2010-2014 lahir pada 18 Juli 1962 ini merupakan Guru Besar dalam bidang mata kuliah Ilmu Perundang-undangan di unand. Pria yang dikarunia sepasang anak ini lahir di Sungaitarab, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat menyelesaikan studi S1 ditahun 1986 pada Fakultas Hukum Unand.

Kemudain dia bertolak ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Padjajaran serta Pendidikan Khusus Calon Dosen (Suscados) Kewiran, Lembaga Ketahanan Nasional(Lemhanas), Angkatan XXVII, 1988/1989.

Tidak berhenti disitu Yuliandri kemudian menunjukan keseriusannya mendalami bidang hukum dengan melakukan Pendidikan Legal Drafting yang diselengarakan oleh Economic Law Instiutional & Profesional Strengthening Project (ELIPS) 2004, barulah di 2007 dia memperoleh gelar Doktor dalam Ilmu Hukum (Perundang-undangan), pada Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Airlanga.

Pria yang memperoleh gelar Guru Besar pada April 2008 ini juga aktif membuat tulisan dibidang hukum, seperti Kerancuan Perumusan Norma Konstiusi, dalam buku “Jalan Berliku Amandemen Komprehensif (dari Pakar, Politsi, hinga Selebrit), Kelompok DPD di MPR RI” Jakarta 2009.

Sampai saat ini dia telah menghasilkan 1 disertasi, dan 10 tulisan dalam bentuk jurnal dan buku (Dikutip dariunand.ac.id).

(utr/lif)

0 Comments

Leave a Comment

nineteen − 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password