Bupati Mentawai Raih Penghargaan Karta Adhi Dharma

Covesia.com – Dukungan pendanaan melalui alokasi dana desa (ADD) untuk kegiatan kepemudaan melalui wadah karang taruna di setiap desa yang dikembangkan Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet sejak dua tahun lalu, berbuah manis.

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa atas nama Pemerintah RI menganugerahkan penghargaan Karta Adhi Dharma kepada Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet yang untuk pertama kalinya terpilih sebagai pembina terbaik karang taruna pada Bulan Bakti Karang Taruna Tingkat Nasional (BBKTN) di Kisaran, Sumatera Utara, Jumat.

“Penghargaan itu sudah diterima Kabag Humas pada acara hari bhakti karang taruna nasional di Kisaran, dan waktu itu saya tidak bisa hadir karena pembahasan APBD, tapi yang terpenting adalah memang di Mentawai ini alokasi dana desa itu sudah menjadi icon, bukan saja pemudanya, tapi seluruh warga desa juga berupaya mandiri dengan adanya dana itu,” kata Yudas di Tuapejat, Senin (12/1/2015).

Menurut Yudas, alokasi dana desa (ADD) di Mentawai telah dikucurkan sejak tahun 2013, dan tahun 2015 merupakan tahun ketiga dalam pengelolaan ADD itu di Mentawai, dengan masing-masing desa dari 43 desa yang berada di Mentawai mendapat kucuran dana dari Rp. 600 juta sampai Rp. 1 Milyar rupiah, dan dari dana itu juga dialokasikan untuk peningkatan pembinaan generasi muda melalui wadah karang taruna.

“Tahun 2013 ADD kita ada Rp. 30 milyar, dan tahun 2014 kita kucurkan kembali sebanyak Rp. 33 milyar untuk 43 desa yang ada di Mentawai, dengan masing-masing pembagian per desa bervariasi besaranya, dari Rp. 600 Juta sampai Rp. 1 Milyar rupiah. Dari dana itu memang ada untuk dana pembinaan kegiatan pemuda melalui karang taruna,” ujar Yudas.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Mentawai, Kristinus Basir menyebutkan perkembangan Karang Taruna di Kabupaten Mentawai sudah menunjukkan kemajuan yang lebih baik, sejak dua tahun tahun belakangan. Perkembangan karang taruna tersebut, dikatakannya, tidak terlepas dari dukungan dari pemerintah di kecamatan dan di desa-desa, yakni dengan adanya kucuran anggaran pembinaan pemuda dari alokasi anggaran dana desa (ADD) sebesar rata-rata Rp. 20 juta per tahun di setiap desa.

“Kita juga mengapresiasi pemerintahan desa di Kepulauan Mentawai melalui dana ADD, karena telah mau bekerjasama dengan karang taruna dalam membangun kepulauan Mentawai untuk lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Kristinus Basir yang juga anggota dewan Kabupaten Mentawai periode 2014-2019 itu mengatakan, pengurus karang taruna kepulauan Mentawai sudah aktif sejak beberapa tahun belakangan, terutama di desa-desa.

Dengan adanya pengakuan Pemerintah Pusat terhadap perkembangan kegiatan Karang taruna melalui penghargaan yang diberikan kepada Bupati Mentawai itu diharapkan ke depan, Pemerintah desa lebih mengakomodir lagi karang taruna untuk bersama-sama membangun kepulauan Mentawai lebih baik.

“Dengan adanya penghargaan ini, saya berharap semakin memotivasi kita para pemuda yang tergabung dalam wadah karang taruna dapat berkiprah lebih baik lagi, meningkatkan jalinan kerja sama dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, pemuda dapat lebih berperan aktif dan kreatif, sehingga pemuda di kepulauan Mentawai akan membuat kepulauan Mentawai menjadi lebih baik lagi,” tegasnya. (bim/yok)

0 Comments

Leave a Comment

eighteen + 18 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password