Terpidana Mati yang Muslim Shalat Taubat Sebelum Dieksekusi

Covesia.com – Rohaniawan pendamping terpidana mati menyiapkan baju putih untuk dipakai Rani Andiani alias Melissa Aprilia dan Namaona Denis saat menjalani eksekusi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2015).

“Seperti saat eksekusi pada 2013, saya siapkan baju putih-putih untuk dipakai terpidana yang beragama Islam namun tentunya atas izin Kejaksaan,” kata rohaniwan pendamping K.H. Hasan Makarim dilansir Antara, Jumat (16/1/2015).

Selain itu, kata dia, sebelum terpidana mati tersebut dijemput petugas menuju lokasi eksekusi, mereka akan diajak untuk melaksanakan salat tobat serta menggunakan wangi-wangian.

Menurut dia, hal itu dilakukan agar para terpidana mati dalam keadaan bersih dan suci saat menjalani eksekusi.

“Mereka siap mengenakan baju putih-putih itu saat menjalani eksekusi,” kata dia yang hendak menuju ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Besi, Pulau Nusakambangan, yang dijadikan sebagai tempat isolasi bagi terpidana mati sebelum dieksekusi.

Terkait kiat dalam memberikan bimbingan rohani bagi kedua terpidana mati yang beragama Islam, Hasan mengatakan bahwa pihaknya mengajak mereka untuk berpikir positif hingga terjadi tanya jawab.

Saat itulah, kata dia, pihaknya baru memasukkan materi-materi keagamaan.

(lif)

0 Comments

Leave a Comment

one × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password