Wayan Asah, Si Miskin Berharap Asah

Covesia.com – Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta berjanji membantu satu unit rumah untuk keluarga I Wayan Asah dan istrinya Nengah Ruji, warga Desa Pucak Sari Busungbiyu, Kabupaten Buleleng yang tinggal di sebuah gubuk di lahan orang lain.

“Saya merasa iba dan prihatin terhadap keluarga I Wayan Asah dan segera membantunya sebuah rumah layak huni,” kata Wagub dalam kunjungan kerjanya ke daerah itu, Sabtu (24/1/2015).

Wayan Asah menjelaskan, pihaknya bersama keluarga segera akan dikeluarkan dari lahan yang ditempati selama ini oleh pemiliknya.

Ia mengharapkan agar mendapat bantuan bedah rumah sehingga bisa hidup tenang, yang kebetulan memang sudah memiiliki lahan untuk mendirikan rumah meski masih dalam keadaan ditumbuhi semak belukar.

Wagub Sudikerta disela-sela kunjungan melihat dari dekat sistem pertanian terintegrasi (Simantri) 303 Werdi Giri Sari Desa Pucak Sari Busungbiyu akan segera merealisasikan bantuan rumah tersebut.

Wagub pada kesempatan itu juga memuji perkembangan Simantri 303 Werdi Giri Sari, yang khusus memelihara ternak kambing dan sudah berjalan sesuai program, walaupun belum mendapatkan hasil yang maksimal.

Menurut Ketua Simantri 303 Ketut Kawi Sarjana, jumlah bantuan kambing yang diberikan pada akhir tahun 2012 sebanyak 44 ekor kambing yang terdiri atas 40 ekor betina dan empat ekor pejantan.

Bantuan tersebut hingga sekarang sudah beranak sebanyak 14 ekor, namun dua ekor induknya mati sehingga jumlah kambing kini 56 ekor.

Ia melaporkan ada beberapa permasalahan yang dihadapi kelompok antara lain sulitnya mendapatkan air minum untuk ternak, karena proyek pengangkatan air dari mata air yang ada di sungai terdekat menuju perumahan warga sampai saat ini tidak pernah rampung.

Hal tersebut sudah dilaporkan ke instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, namun belum mendapat penanganan.

Demikian pula mesin pengolah pupuk kini dalam kondisi rusak sehingga banyak bahan yang tidak bisa diolah, padahal banyak permintaan pupuk organik dari masyarakat sekitar.

Kelompok selama ini hanya mampu memproduksi 1,2 ton pupuk per bulan, padahal kebutuhan petani sekitarnya jauh lebih banyak.

Wagub Sudikerta berjanji segera berkoordinasi dengan instansi terkait, dan untuk masalah kekurangan bahan pupuk, ia memberikan solusi dengan menambah jumlah ternak sehingga pupuk yang dihasilkan juga akan meningkat.

Dengan menambah jumlah kambing ia berharap kebutuhan pupuk dan kebutuhan daging yang mencapai 500 ekor per tahun untuk daerah sekitar bisa terpenuhi. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

eighteen + nineteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password