Walikota Pariaman, Ditantang Pedagang

Pariaman – Pesta budaya tabuik adalah pestanya rakyat Pariaman. Lahirnya dari rakyat dan rakyat pula yang melaksanakannya. Namun realita yang terjadi adalah ada sebagian masyarakat tidak peduli terhadap budaya tersebut.

Itulah harapan yang disampaikan oleh walikota Pariaman Mukhlis Rahman, terhadap pesta rakyat Rang Piaman, Tabuik. Puncak pesta acara Tabuik akan dilaksanakan Minggu, (9/11/2014).

“Nilai pemahaman budaya sepertinya sudah jauh bergeser. Animo sebagian masyarakat terutama pedagang telah berubah. Pedagang lebih mengutamakan mencari uang daripada menjaga keindahan dan kenyamanan. Pola pikir seperti ini yang harus kita rubah.” kata Mukhlis Rahman, kepada covesia.com Sabtu, (08/11/2014).

“Masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang harus menumbuhkan sikap, bahwa acara pesta ini adalah milik kita bersama. Karena dengan semakin banyaknya pengunjung, tentu juga akan meningkatkan pendapatan mereka”, ucapnya.

“Karena keliru dalam memahami peraturan, saya malah ditantang oleh para pedagang.” tambahnya.

Bahkan ada pedagang yang bilang Tuhan saja tidak melarang kami (pedagang) untuk berdagang. Saya katakan, supaya berjualan jangan memakai badan jalan,agar tidak menggangu para pengguna jalan dan lebih indah dipandang mata

Menjawab hal itu ,saya katakan pada mereka, bahwa saya tidak melarang berdagang,namun hanya mengatur agar tertata lebih apik dan sedap dipandang mata ” tuturnya.

Mukhlis juga yakin, pemahaman masyarakat akan semakin baik jika sosialisasi yang dilakukan oleh aparatur pemerintah terhadap masyarakat juga baik.(jmb)

0 Comments

Leave a Comment

13 + 15 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password