Cerita Fernando dan Ruang Berpenyakit dengan Jarum Suntik di Pameran Pekan Nan Tumpah

Cerita Fernando dan Ruang Berpenyakit dengan Jarum Suntik di Pameran Pekan Nan Tumpah Foto: Covesia-Lisa

Covesia.com- Karya seni bertemakan Ruang Berpenyakit dengan bergambarkan jarum suntik hadir di Pameran Pekan Nan Tumpah di Taman Budaya Kota padang, Sabtu, (2/6/2022).

Ruang berpenyakit merupakan sebuah ruanggan yang menghadirkan karya seni rupa dan juga perlatan-peralatan yang berbaur Covid-19, seperti pasien, maupun masker.

Para pengunjung akan disambut dengan putaran lagu dengan judul "Susan Punya Cita Cita" dan juga mengisi daftar hadir layaknya seorang pasien Covid-19. Setelah itu akan disambut dengan tepukan tangan sembari ruanggan mengeluarkan cahaya. Di sini para pengunjung juga akan melihat masker yang berserakan di lantai.

Pembuat karya, Rahmat Fernando mengatakan, seni bertemakan Ruang Berpenyakit muncul karena adanya pandemi Covid-19. Selama pandemi, Rahmat Fernando menangkap fenomena yang terjadi pada saat Covid-19 adalah sebuah hal yang lucu. 

Hal yang lucu itu, seperti suntik vaksin tapi dapat sembako, tidak disuntik tidak boleh masuk mall. Ada  juga vaksinasi sebagai syarat untuk berdagang yang kemudian mau tidak mau masyarakat akan divaksinasi serta sebagai syarat untuk mengurus surat menyurat di instansi pemerintahan. 

"Mau tidak mau masyarakat harus divaksin. Berangkat dari situlah saya mendapatkan ide untuk membuat ruang berpenyakit ini, semua tampilan di runaggan ini adalah fenomena lucu tetapi memang terjadi padaa saat Covid-19," kata Fernando, Pria Asal Ampek Angkek Kabupaten Agam.

Lanjutnya, makna masker yang berserak di lantai menunjukan bahwa saat ini orang sudah tidak butuh itu dan sudah banyak juga yang dibuang. "Filosofi masker berserak dilantai membuktikan bahwa mereka sudah tidak butuh itu sekarang, tetapi ada pengunjung yang saya lihat memang tidak mau menginjak masker saat di dalam runagggan ini," katanya.

"Pembuatan karya ini membutuhkan waktu selama 6 hari. Ini merupakan karya dan ide saya sendiri," tuturnya saat diwawancarai. 

Lanjutnya, melalui lukisan ini saya menyampaikan kepada masyarakat bahwa inilah yang sudah mereka lakukan selama Pandemi Covid-19. "Melalui lukisan di Ruang Berpenyakit ini saya menunjukan kepada masyarakat apa yang telah meraka lakukan selama ini, seperti disuntik vaksin meskipun tidak sakit," sebutnya.

Sambungnya, ruang berpenyakit ini secara tidak langsung juga mengajak pengunjung untuk merasa senang setelah pandemi Covid-19 mulai terkendali dan juga ruang gerak masyarakat mulai tidak dibatasi. "Ketika pengunjung masuk akan bertepuk tangan sembari hahahihi," tuturnya.

Lanjutnya pemutaran lagu dengan judul Susan Punya Punya Cita-Cita juga selaras dengan lirik lagu tersebut yang mengambarkan seorang anak ingin jadi dokter. Ada liriknya seperti Mau Suntik Orang Lewat. 

"Dengan diputarnya lagu ini semakin menambah pengunjung untuk merasa hahahihi di dalam ruanggan berpenyakit. Sebenarnya, dilihat juga pada saat pandemi dokter banyak memberikan suntikan pada orang lewat seperti di perbatasan jalan saat pandemi Covid-19," jelasnya.

"Semoga pengunjung dibuat senang dengan hadirnya Ruang Berpenyakit ini, dan juga semakin banyak pengunjung selama pameran Pekan Nan Tumpah hingga 7 Juli 2022 mendatang," harapnya.

(lsm)

Berita Terkait

Baca Juga