Pengunjung Sebut Makna dari Karya yang Dipamerkan di Pameran Tidak Tersampaikan, Begini Respon Panitia

Pengunjung Sebut Makna dari Karya yang Dipamerkan di Pameran Tidak Tersampaikan Begini Respon Panitia Foto: Lisa Septri Melina/Covesia.com

Covesia.com- Pengunjung sebut makna dari sebuah karya seni yang dipamerkan pada Pameran Pekan Nan Tumpah di Taman Budaya Kota Padang tidak tersampaikan, hanya dijadikan sebagai keindahan untuk berfoto. Hal tersebut diutarakan pengunjung karena tidak adanya penjelasan pada setiap setiap karya seni yang dipamerkan.

Hal itu diungkapkan oleh Hamdi, katanya, pengunjung pasti datang dari berbagai kalangan dan sudah pasti tidak semua orang yang paham seni. 

"Untuk acaranya bagus, tetapi lebih baik jika dibuat penjelasan berupa tulisan singkat, padat dan jelas dari setiap karya yang dipamerkan. Dengan demikian, maksud dari seniman juga tersampaikan kepada sipengunjung," ujar mahasiswa Kota Padang itu, Sabtu,  (1/7/2022) malam di lokasi.

Katanya, tidak adanya penjelasan terkait makna dari setiap karya seni yang dipamerkan, saya yakin orang yang datang hanya menjadikan karya seniman sebagai spot foto yang indah.

"Sangat disayangkan, hanya keindahan yang dilihat pengunjung sembari berfoto, sedangkan makna dari sang seniman tidak tersampaikan," katanya. 

Senada dengan Hamdi, pengunjung lainnya, Dona Adinda Safitri juga mengutarakan hal yang sama, katanya, pameran yang diadakan merupakan kegiatan yang positif. "Acaranya seperti ini memberikan dampak positif, salah satunya untuk menjaga kebudayaan," ujarnya saat diwawancarai. 

Lanjut dia, terutama saya sendiri menyukai hal-hal yang berbaur seni. "Menurut saya ini kegiatan yang menyenangkan, bisa melihat berbagai macam seni rupa dari berbagai dimensi," tuturnya. 

Kata Dona, sebaiknya di dalam ruaggan pameran terdapat seseorang atau tulisan yang mampu menjelaskan makna dari setiap karya seni yang dipamerkan. 

"Meskipun saya suka kesenian, tapi saya awam terkait makna dari sebuah karya seni yang ditampilkan," sebutnya.

Menanngapi hal itu, Ketua pelaksana Pekan Nan Tumpah, Tenku Raja Ganesha mengatakan, tidak adanya penjelasan pada setiap tulisan yang dipapermerkan merupakan hal yang disengaja. 

"Karya seni dapat dilihat dari sudut pandang orang yang melihat, ketika dijelaskan otomatis kita akan mengiring orang untuk berpikir sesuai dengan apa disampaikan oleh seniman itu sendiri," jelasnya. 

Lanjut dia, hal semacam itu juga bertujuan untuk membuat seseorang bisa berimajinsi seluas mungkin melalui pikiran mereka sendiri. 

"Pengunjung dapat berimajinasi seluas pikiran mereka, artinya tidak tergiring berdasarkan apa yang ada dalam pikirian seorang seniman," tuturnya.

Sebgaimana diketahui, pameran Pekan Nan Tumpah diimulai 1 hingga 7 Juli 2022 mendatang. Pameran ini mengangkat tema Pekan Nan Tumpah Pandemi HahaHihi Lain Sakit Lain Diobat yang digelar secara outdoor dan indoor.

(lsm)

Berita Terkait

Baca Juga