Gandeng Sanggar Darak Badarak, Lapas Padang Bentuk Grup Musik Tradisional untuk WBP

Gandeng Sanggar Darak Badarak Lapas Padang Bentuk Grup Musik Tradisional untuk WBP Penampilan Gandang Tabua WBP pada PKS Lapas Padang bersama Stakeholder terkait, Kamis kemarin (8/12/2022)

Covesia.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang terus berinovasi dalam program pembinaan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas tersebut.

Kali ini Lapas Padang, menggandeng Sanggar Seni Darak Badarak asal Kota Pariaman, dalam pengembangan seni musik tradisional Gandang Tabuah di lingkungan Lapas Padang kepada WBP. 

Kalapas Padang, Eka Wiharto mengatakan, ada sekitar puluhan WBP yang diajarkan untuk memainkan berbagai alat musik tradisional Minangkabau secara rutin dan terjadwal. 

"Hal ini sejalan dengan tujuan kita untuk melestarikan kesenian tradisional dan budaya daerah," ungkap Era, dalam keterangannya, Sabtu (10/12/2022).

Baru saja dibentuk kurang lebih satu bulan ini lanjut Era, puluhan WBP tersebut menampilkan atraksi seni Gandang Tabuah dengan berkolaborasi dengan Sanggar Kesenian Darak Badarak, pada kegiatan Penandatanganan Kerjasama (PKS) antara Lapas Padang dengan 5 Instansi dan pihak ketiga, pada Kamis (8/12/2022) kemarin.

Dengan penuh semangat dan percaya diri, penampilan WBP itu disambut tepuk tangan gemuruh oleh undangan dan Warga Binaan lainnya.

"Alhamdulillah penampilan kesenian Gandang Tabuah Warga Binaan Lapas Padang mendapat sambutan yang meriah dari pimpinan wilayah dan para tamu undangan," sebut Era.

Sementara itu Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Kanwil Kemenkumham Sumbar, Mona Ariska menambahkan, penampilan kesenian warga binaan ini merupakan penampilan perdana bagi mereka, yang disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah dan para tamu undangan lainnya, termasuk juga hadir perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat. 

"Dengan adanya program kesenian ini, kami berharap mereka bisa dikenal masyarakat dan tampil di panggung umum di setiap pertunjukan kesenian yang ada di Sumatera Barat," ujar Mona.

Dikesempatan yang sama, Pimpinan Sanggar Kesenian Darak Badarak, Ribut Anton Sujarwo yang biasa dipanggil Ribut merasa sangat puas dengan penampilan Warga Binaan Lapas Padang.

Dengan hanya latihan baru satu bulan, lanjut Ribut para Warga Binaan ini bisa menampilkan suatu pertunjukan yang luar biasa dan bisa memukau penonton yang hadir.

"Mudah-mudahan ilmu yang mereka pelajari bisa bermanfaat setelah mereka bebas nanti," kata dia.

(*)

Baca Juga