141 Dosen PTNBH Ikuti Seminar Akhir Riset Kolaborasi Indonesia 2022 di UNAND

141 Dosen PTNBH Ikuti Seminar Akhir Riset Kolaborasi Indonesia 2022 di UNAND Foto: dok. Humas UNAND

Covesia.com - Sebanyak 141 dosen atau periset dari 16 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) di seluruh Nusantara mengadakan Seminar Akhir Riset Kolaborasi Indonesia 2022, di Universitas Andalas (UNAND), Senin (12/12/2022).

Uyung Gatot S. Dinata, MT Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNAND, mengatakan, dengan mengusung tema Kolaborasi untuk Kejayaan Bangsa, kegiatan Seminar Akhir Kolaborasi Riset Indonesia 2022 dalam rangka mempresentasikan, mendiseminasikan, melaporkan hasil dari penelitian kolaborasi.

"Jadi masing-masing riset itu ada tiga minimal, baik sesama PTNBH, PTNBH dengan BRIN dan PTNBH dengan Perguruan Tinggi  Luar Negeri," ungkap Uyung. 

Kemudian kata Uyung, dengan melaksanakan riset secara berkolaborasi ini, adalah wadah kolaborasi untuk riset, dan bisa juga untuk pengabdian kepada masyarakat. 

"Kita berharap semoga dari kolaborasi ini bisa menghasilkan riset yang bermutu secara Nasional maupun Internasional, kemudian publikasi, sudah itu dihasilkan kerjasama-kerjasama, bisa jadi menindaklanjuti untuk hilirisasi riset, untuk komersialisasi," sebutnya. 

Dalam kolaborasi ini, tambah Uyung isu yang diangkat yakni terkait Argo maritim, Energi, Pendidikan, Sosial Humaniora, Kesehatan dan Hankam. 

Sementara itu Rektor UNAND Prof. Yuliandri menambahkan, pihaknya berharap dengan kolaborasi ini akan bisa saling berbagi inovasi masing-masing periset.

"Alhamdulillah kita bisa melakukan ini, sebanyak 141 peneliti utama yang kemudian berkolaborasi bersama, dan ini luarbiasa, yang mana selama ini tidak pernah terjadi," ungkap Prof. Yuliandri.

Untuk UNAND sendiri, lanjut Yuliandri, mengangkat tiga riset unggulan, yang pertama terkait Kesehatan, Pangan dan Pertanian.

"Dengan konsep Kolaborasi ini semoga terbuka peluang, jadi kita berharap dari hasil riset ini berguna dan bermanfaat bagi dunia usaha dan dunia industri, jadi dengan kolaborasi riset ini, kita merubah riset ini tidak hanya berguna untuk kepentingan administrasi di perguruan tinggi saja, tapi bagaimana langsung manfaatnya bagi dunia industri dan dunia usaha," kata dia.

(don) 

Baca Juga