Nurkhalis dan Jalan Panjang Menuju Petani Sejahtera

Nurkhalis dan Jalan Panjang Menuju Petani Sejahtera Ronny Arby

Covesia.com - Betapapun pesatnya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, peran pertanian sebagai sektor penghasil pangan tidak tergantikan. Karena itu kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan merupakan agenda pembangunan nasional yang sangat strategis. 

Karena itu, sektor pertanian harus mendapatkan perhatian yang serius. Bukan perhatian yang bagus diwacana, tapi bagus dalam pelaksanaannya. Sejak dahulu, pertanian termasuk salah satu jenis usaha yang resiko dan ketidakpastiannya tinggi. Sumber risiko dan ketidakpastian antara lain berasal dari lingkungan alam, terutama iklim, bencana alam, dan eksplosi organisme pengganggu tanaman atau lingkungan sosial ekonomi.

Mayoritas masyarakat di Sumatera Barat berprofesi sebagai petani. Lebih 50 persen atau tepatnya 50,84 persen penduduk Sumatra Barat bergantung dari usaha pertanian pada 2018. Angka tersebut diperoleh dari 2.751.688 jumlah anggota keluarga petani di Sumbar dibandingkan dengan 5.411.844, jumlah penduduk Sumbar.

Dengan jumlah yang begitu besar, masyarakat yang berprofesi sebagai petani membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar peduli dan paham terhadap pertanian. Bukan pemimpin yang tiba-tiba menyapa petani kala pemilihan sudah dekat.

Pilkada serentak yang dilaksanakan di beberapa daerah di Sumbar, menjadi momentum untuk memilih pemimpin yang selama ini peduli dan ikut memajukan pertanian di Sumbar. 

Calon Wakil Bupati yang berpasangan dengan Ferizal Ridwan di Pilkada Limapuluh Kota, Nurkhalis, cukup unik dan sepak terjangnya patut diapresiasi. Kabupaten Limapuluh Kota merupakan daerah mayoritas penduduknya hidup dari pertanian.

Beberapa tahun belakangan dia fokus memperjuangkan aspirasi para petani melalui bendera Gerakan Muda Tani Indonesia (Gempita). Perjuangannya mulai dari aturan terkait jaminan untuk petani, bibit, pupuk, sampai melakukan lobi ke pusat untuk mendapatkan sarana prasarana untuk petani. Untuk menunjukkan keberpihakannya terhadap pertanian, Nurkhalis sejak dulu tanpa sungkan menggunakan seragam yang akrab dengan profesi petani. 

Nurkhalis sepertinya sadar, meski telah bertahun-tahun berjuang untuk petani, tapi belum dapat membantu dalam jumlah besar. Dan cara paling efektif untuk membantu petani adalah menjadi bagian dari pengambil kebijakan. Itu juga yang mendasarinya untuk maju menjadi calon anggota DPD RI 2019 lalu, namun suara signifikan yang dia peroleh belum cukup.

Dengan modal 23.430 dukungan masyarakat 50 Kota, Nurkhalis maju mendampingi Wakil Bupati saat ini, Ferizal Ridwan dari jalur independen. Pasangan ini maju dengan dilabeli koalisi rakyat, karena memang tiket mereka maju dari surat dukungan rakyat.

Sekarang saatnya, petani 50 Kota mengambil kendali terhadap haknya. Cara mengendalikan tentu memilih pemimpin yang telah terbukti peduli terhadap pertanian. Jangan mau hanya menjadi objek politik, dijanjikan sejuta mimpi tapi nol realisasi.

Nurkhalis telah membuktikan, jika dirinya telah berbuat terlebih dahulu untuk pertanian sebelum menyampaikan janji-janji. 

Jika dia terpilih, kita akan melihat petani mendapatkan jaminan terhadap hasil panennya. Mendapatkan perlindungan terhadap hak dan pemberdayaan, serta hadirnya pusat pasar tani terbesar.

(Penulis merupakan Ketua Bidang Pertaninan Komunitas Muda Minang Rantau)

Ronny Arby

Ronny Arby ( Ketua Bidang Pertanian Komunitas Muda Minang Rantau )

Berita Terkait

Baca Juga