Edukasi untuk Karyawan yang Suka Pinjam Uang

Edukasi untuk Karyawan yang Suka Pinjam Uang

Jakarta - Minat karyawan untuk meminjam uang ke tempatnya bekerja semakin meningkat sehingga mendorong sejumlah perusahaan aktif memberikan edukasi mengenai perencanaan keuangan.

"Saat ini ada kencenderungan karyawan untuk meminjam uang ke perusahaan. Kondisi ini harus disiasati karena perusahaan tidak mungkin menaikkan gaji untuk mengikuti semua keinginan karyawan," kata Ketua Lembaga Sertifikasi Perencana Keuangan (FPSB) Tri Djoko Santoso di Jakarta, Sabtu (1/11/2014)kemarin.

Menurutnya karyawan harus tahu mengenai cara membagi penghasilan, seperti dari 100 persen pendapatan maka 35 persennya untuk cicilan rumah, 10 persen untuk asuransi, 10 persen untuk dana pensiun, dan sisanya untuk gaya hidup.

Gaya hidup harus direvisi dari karyawan karena sebagian besar masih mengikuti keinginan atau bukan berlandaskan pada kebutuhan.

Karyawan harus diberikan makna dari perencanaan keuangan yakni betapa pentingnya menyiapkan dana untuk menghadapi masa paceklik ketika seseorang tidak lagi produktif.

"Inilah yang disebut para perencana keuangan, yakni kebebasan finansial. Di mana seseorang saat masa tuanya tidak lagi terlilit cicilan utang, memiliki asuransi untuk jaga-jaga jika sakit, dan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Tri menyarankan, langkah awal sederhana yang yang mudah yakni dengan membuat daftar apa yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. (ant/rud)

Berita Terkait

Baca Juga