'Pendidikan Surau', Langkah Awal Kebangkitan Pemuda di Sungai Batang Agam

Pendidikan Surau Langkah Awal Kebangkitan Pemuda di Sungai Batang Agam Tampak sejumlah pemuda belajar silek dalam program 'Pendidikan Surau' di Kabupaten Agam (Foto: Ist)

Covesia.com - Tumbuhkan kembali generasi religius, komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya, Kabupaten Agam lahirkan program Pendidikan Surau.

Kegiatan pendidikan ini dilaksanakan Sabtu-Minggu (12-13) Desember 2020 dengan melibatkan siswa  MTsS Muhammadiyah, dan santri TPA/MDA dan masyarakat  setempat.

Ketua KPGH, Rudi Rajo Intan mengatakan, program pendidikan surau ini bertujuan untuk menggali dan mengapungkan potensi kembali masyarakat Sungai Batang yang dikenal melahirkan tokoh tokoh besar seperti Buya Hamka, Inyiak DR dan lainnya.

"Sungai batang ini tanah kelahiran tokoh nasional yang dididik melalui pendidikan surau, KPGH memiliki misi bagaimana Kampung Buya Hamka benar-benar kembali hidup reliqius dan islami seperti yang dicita-cita mereka," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com Senin (14/12/2020).

Dalam kegiatan, siswa diajarkan pendidikan adat, mengaji dan pengetahuan budaya lainnya, tak lupa pula sebelum tidur seluruh siswa belajar silek minang. "Kita menerapkan layaknya pendidikan yang dilaksanakan pada masa lampau, seluruh siswa belajar dan tidur di surau," katanya lagi.

Dikatakan Rudi, dasar pondasi sebelumnya telah dibangun utuh oleh Ulama Besar Buya Hamka beserta nenek moyangnya. Berbagai pelajaran dan peninggalan berupa buku serta catatan lainnya, menjadi sumber hebat yang harus dipelajari, dipahami hingga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Camat Tanjung raya, Handria Asmi menyampaikan, pihaknya sangat kagum dan mendukung penuh terwujudnya kegiatan tersebut. 

"Kita bangga telah bisa membina dan merintis pergerakan yang mempelopori kebangkitan pemuda Sungai Batang. Untuk meningkatkan gelora islami dan reliqius, dengan harapan generasi penerus / regenerasinya dapat lebih baik dari generasi tua dan generasi yang hidup saat ini," tuturnya.

Menurutnya, Pendidikan Surau ini merupakan sebuah Program yang mencoba mengadopsi Pola-pola "Surau" tempo dulu. Meski zaman tidak bisa kembali seperti masa lalu, namun nilai-nilai positif dan kelebihan pendidikan surau tempo dulu dapat disesuaikan dengan kondisi saat ini.

"Target kita, siswa bisa faham bagaimana pola pendidikan zaman dahulu serta menanamkan pengetahuan dan semangat untuk memajukan Minangkabau," tutupnya.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga