Dentuman Tambua Tasa, Menandai Prosesi Pelantikan

Dentuman Tambua Tasa Menandai Prosesi Pelantikan

Pariaman - Dentuman tambua tasa mengawali proses pelantikan dan sekaligus pengangkatan M. Nazir Tanjung sebagai Datuk Jalelo. Ia diangkat sebagai pucuk pimpinan Suku Kaum Tanjung, Sungai Sirah, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariman, Sumatera Barat, Senin (17/11/2014). Penabuh tasa (alat musik berupa gendang tabuh yang terbuat dari piber yang biasa digunakan dalam Pesta Tabuik-red) terlihat bersemangat mengiringi pelantikan. Alunan keras, gendang terdengar berbunyi seirama dan bersaut-sautan.

Yunisman Rangkayo Indomarajo salah seorang pucuak (pemimpin) adat di Ppadang Pariaman, kepada covesia, mengatakan Tambua dan tasa merupakan sebuah permainan musik anak nagari di Pariaman yang masih tetap lestari sampai saat ini. Dan sekaligus menjadi acara pembuka di setiap event besar yang di gelar terutama dalam prosesi acara adat. ""Khususnya acara mengangkat datuak atau penghulu, maka gandang tasa menjadi suatu keharusan yang tak bisa dipisahkan dengan rangkaian acara adat lainnya terutama dalam penyambutan tamu-tamu besar yang datang," katanya menjelaskan.

Kali ini, giliran M. Nazir Tanjung yang diangkat sebagai Datuk Jalelo. Gelar ini diberikan setelah 18 tahun gala balipek (gelar berlipat) di kuam Suku Tanjung, Sungai Sirah, Sungar Geringging. Melewakan (mengangkat) gelar Datuk Jalelo kepada M. Nasir Tanjung. Pengangkatan ini dilangsungkan mengingat pentingnya jabatan datuk demi kelestarian adat dan budaya di Minang Kabau, terutama bagi kaum Suku Tanjung, Sungai Sirah, Sungai Geringgung.

Acara pengangkatan Datuk Jolelo, berlangsung dalam acara baralek gadang Kaum Suku Tanjunng dengan meriah hari ini, Senin (17/11/2014). "Ini merupakan sejarah bagi suku tanjung. Dan kita berharap bahwa M. Nasir, selaku yang dipercaya menjadi Datuak Jolelo dapat meningkatkan harkat dan martabat kaum dimanapun ia berada," katanya. (adi/cal)

Berita Terkait

Baca Juga