HWDI Gelar Aksi di Padang, "Kami Penyandang Disabilitas Tidak Mau Dilecehkan"

HWDI Gelar Aksi di Padang Kami Penyandang Disabilitas Tidak Mau Dilecehkan Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) gelar kampanye anti kekerasan terhadap perempuan di Padang, Selasa (25/11/2014) (Foto: Defri Candra/covesia)

Padang - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) menggelar aksi kampanye internasional 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan di Padang Sumatera Barat, Selasa (25/11/2014).

Kelompok HWDI ini meminta kepada aparat pemerintah supaya menindak tegas terhadap para pelaku yang melakukan kekerasan terhadap wanita penyandang disabilitas (cacat).

"Semenjak Januari-November 2014, kami menemukan kasus sebanyak 72 yang di laporkan ke Nurani Perempuan Women's Crisis Center (NP-WCC), 39 diantaranya adalah Kasus Kekerasan Terhadap Rumah Tangga (KDRT) dan selebihnya adalah kekerasan seksual," Kata Ketua HWDI Sumbar, Mursani, kepada covesia.

"Kami sebagai penyandang disabilitas tidak mau dilecehkan bahkan direndahkan oleh sebagian kaum laki-laki yang melakukan kekerasan terhadap kami, kami ingin hak-hak kami dijunjung tinggi sebagai perempuan" sambungnya.

Sebelumnya, ada laporan dari salah seorang Korban bernama Suci, masyarakat Sawahlunto yang juga penyandang disabilitas, mengatakan kalau dirinya telah dilecehkan oleh seseorang dan diperkosa sampai melahiran anak. (def/lif)

Berita Terkait

Baca Juga