Aktivis Australia: Saya Prihatin Penyandang Disabilitas yang Dilecehkan

Aktivis Australia Saya Prihatin Penyandang Disabilitas yang Dilecehkan Eban Pollard, Seorang Aktivis Asutralian Volunteers International (AVI) ikut dalam aksi kampanye anti kekerasan terhadap perempuan disabilitas di Padang, Selasa (25/11/2014). (Foto: Defri Candra/covesia)

Padang - Aktivis disabilitas menyuarakan banyaknya kekerasan seksual yang menimpa tuna rungu dan tuna grahita. Mereka menyebutkan perempuan penyandang disabilitas mengalami diskriminasi berlapis di Indonesia.

Eban Pollard (31), salah seorang aktivis yang diutus dari Organisasi Australian Volunteers International (AVI) yang berpatisipasi dalam aksi kampanye internasional 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan di Padang, Sumatra Barat, Selasa (25/11/2014), ikut bersuara tentang pentingnya membela kaum disabilitas. (Baca: HWDI Gelar Aksi di Padang)

Eban Pollard sudah berada di Indonesia selama satu tahun, dan selama itu pula dia tergabung dan menjalanakan misi dari organisasinya (AVI) untuk menyuarakan stop kekerasan terhadap wanita dan penyandang disabilitas.

"Saya prihatin terhadap masyarakat Indonesia, khusunya wanita penyandang disabilitas yang dilecehkan," kata Eban Pollard kepada covesia Selasa, (25/11/2014).

Dia menambahkan, kekerasan terhadap penyandang disabilitas merupakan perbuatan yang jelas-jelas tercela, dan hal itu harus segera dihilangkan.

"Saya juga ingin memberitahukan kepada organisasi saya AVI, bahwa kekerasan terhadap wanita penyandang disabilitas tidak hanya terjadi di Australia tapi juga ada di Indonesia" sambungnya. (def/lif)

Berita Terkait

Baca Juga