Pentingnya Peranan Orangtua untuk Mencegah Anak Menjadi Pelaku Bullying

Pentingnya Peranan Orangtua untuk Mencegah Anak Menjadi Pelaku Bullying ilustrasi

Covesia.com - Saat memasuki tahun ajaran baru, orangtua kerap khawatir anaknya menjadi pelaku bullying terhadap temannya di sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan cara khusus agar anak tidak terbawa arus dalam situasi yang kerap merugikan pihak lain tersebut.

Menurut direktur Proyek Teasing and Bullying, Pusat Wellesley untuk Wanita, Wellesley College, Nancy Mullin, M.Ed, menuturkan aksi bullying atau perundungan dimulai pada beberapa anak sejak masa pra sekolah dan meningkat dari waktu ke waktu hingga menjadi sebuah kebiasaan. Selain itu, bullying terus terjadi dalam berbagai bentuk perlakukan yang mengganggu sebelum para pelaku tertangkap.

Sementara, profesor psikologi pendidikan di University of Illinois, Dr. Dorothy L. Espelage, menyebutkan anak yang melakukan bullying terlihat biasa saja di lingkungan sosialnya.

"Kita biasa berpikir bahwa pengganggu, yaitu pelaku perundungan, adalah orang-orang buangan sosial dengan harga diri rendah sehingga mereka perlu menggangu orang lain untuk merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.

Namun, sebenarnya pengganggu sama seperti anak-anak populer, dikagumi oleh teman sebaya dan guru, terutama jika mereka menarik secara fisik," katanya seperti dikutip covesia dari laman klikdokter.

Alasan anak melakukan bullying

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian untuk Promosi Kesehatan, Universitas Bergen, Norwegia menemukan sejumlah alasan anak menjadi pelaku bullying. Hasilnya, seorang anak menjadi pelaku bullying karena memiliki kebutuhan yang kuat untuk mendominasi dan menundukan siswa lain supaya membuat semua orang melakukan apa yang dia inginkan.

Selain itu, pelaku umumnya merupakan anak yang mempunyai sifat implusif dan mudah marah. Pelaku bullying biasanya sering menantang dan agresif terhadap orangtua dan guru.

Untuk mencegah anak menjadi pelaku bullying orangtua harus memberikan sanksi tegas sesuai dari apa yang ia lakukan, bila perlu menariknya dari pergaulan hingga ia sadar dan tidak lagi melakukan bullying kepada temannya.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga